POJOKSATU.id, Serang - Pemerintah Provinsi Banten telah mengambil langkah proaktif dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset-asetnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diketahui dalam diskusi bersama yang dihadiri Kepala Biro Adpimpro dan BPKAD, di Gedung Sekretariat Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten, Kamis (3/8/2023).

Kepala Bidang Barang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rd. Berly Rizki Natakusumah mengungkapkan, berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meraih manfaat maksimal dari aset-aset yang dimiliki oleh Pemprov Banten.

Baca Juga: Resmi Ditahan di Rutan Bareskim Polri, Panji Gumilang Dijenguk Menantunya

Salah satu langkah pertama yang diambil, yakni melalui kajian terhadap aset-aset tanah yang dimiliki oleh provinsi.

Tim khusus telah dibentuk untuk mengidentifikasi peluang-peluang pengembangan dan pemanfaatan lahan yang ada.

Langkah ini diharapkan tidak hanya akan membuka lapangan pekerjaan baru, tetapi juga akan mendorong investasi di sektor-sektor kunci seperti pariwisata, industri, dan pertanian.

Jumlah aset yang tercatat sebanyak 687 bidang tanah yang sudah di sertifikat, total 1252 bidang tanah dengan target di tahun 2023 ini ada 282 lahan.

Baca Juga: Jokowi Anteng Meski Dihujat, Waketum Perindo Sindir Rocky Gerung : Retorika Ilmunya Penuh Kebencian

"Pemanfaatan aset sedang kita coba benahi dari sisi pengamanan kemudian dari sisi penatausahaan dan sisi pendapatan yang kita coba usulukan ini akan diterapkan di 2024 dengan beberapa potensi2 yang signifikan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di provinsi Banten," terangnya.

Berly mengatakan terkait soal hibah lahan belum termasuk (hibah pusat), kita akan melakukan datanya setelah pelimpahan nanti akan ada lagi yang baru, tambahan dari pemerintah pusat.

"ada lagi tambahan baru, kita juga tadi sudah melaksanakan survei untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Pj Gubernur dengan dirjen djkn," ungkap Berly.

Baca Juga: Benny Rhamdani Sebut Rocky Gerung Antek-antek Amerika untuk Menghancurkan Jokowi

"Semua bentuknya lahan, ada di daerah pasar kemis," tambahnya.

"Diketahui untuk saat ini ada sebanyak tujuh (7) hektar, nanti akan ada penambahan baru, tunggu saja nanti arahan dari pimpinan," pungkasnya.

Reporter: Dinar