POJOKSATU.id - Fenomena pegawai negeri bolos kerja kembali jadi sorotan. Di Pandeglang, Banten, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) kedapatan cuma absen pagi lalu menghilang entah ke mana.
Masuk pagi, foto di fingerprint, lalu kabur sebelum jam kerja benar-benar dimulai. Begitu pola yang diduga dilakukan oleh oknum ASN di beberapa instansi.
Kabar ini bikin gerah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pandeglang.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Tangsel, Wanto Sugito, Terima Aspirasi Aliansi Pemuda Pamulang Permai
Kepala Bidang Data Informasi dan Pembinaan Aparatur, Farid Fikri, mengaku sudah mencatat setidaknya lima kasus pelanggaran disiplin ASN dalam dua tahun terakhir.
“Yang paling sering itu, ASN datang cuma buat absen. Setelah itu, pulang. Padahal belum kerja,” ungkap Farid,Minggu 9 November 2025.
BKPSDM pun tidak tinggal diam. Mereka mulai menelusuri data kehadiran ASN yang terekam dalam sistem absensi elektronik. ASN yang kedapatan ‘bolos halus’ ini akan dipanggil dan diperiksa.
Farid menegaskan, tindakan semacam ini melanggar aturan disiplin pegawai. “Kalau sampai 10 hari berturut-turut tanpa keterangan, sanksinya bisa diberhentikan,” ujarnya tegas.
Lebih parah lagi, ada ASN yang tetap terima gaji walau jarang muncul di kantor. “Mereka tetap terima hak, tapi kewajibannya nol. Ini yang sedang kami tindak,” tambahnya.
Fenomena “absen lalu kabur” ini bukan sekadar malas, tapi mencederai kepercayaan publik terhadap ASN sebagai pelayan masyarakat.
Baca Juga: Mahasiswi Ekonomi Bisnis Unpak Jatuh Gegara Duduk di Pagar Gedung Lantai 3, Saksi Mata Sempat Kaget
Farid mengingatkan, ASN bukan sekadar datang dan absen, tapi punya tanggung jawab moral untuk bekerja sungguh-sungguh. “Jangan sampai makan gaji buta,” katanya.
Kini, BKPSDM bersama Inspektorat Pandeglang berjanji akan memperketat pengawasan. ASN malas kerja siap-siap kena sanksi, dari teguran hingga pemberhentian.
Masyarakat pun berharap tindakan tegas itu benar-benar dilakukan, bukan cuma wacana di atas kertas. Karena kalau ASN kerja seenaknya, siapa yang mau layani rakyat?***


