POJOSATU.id, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat kualitas pendidikan dengan menerapkan pendekatan belajar Deep Learning di berbagai jenjang pendidikan.
Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menyatakan bahwa Jawa Barat siap menjadi pelopor dalam implementasi model belajar ini.
"Kami berkomitmen untuk berada di garis depan dalam penerapan Deep Learning, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga madrasah di bawah naungan Kementerian Agama," ujar Herman.
Herman menekankan bahwa pendekatan Deep Learning bukan sekadar metode baru, tetapi langkah strategis menuju pendidikan yang lebih maju.
Baca Juga: Bandung Perketat Pencegahan PMK, 500 Sapi Divaksinasi dalam Sepekan
"Pendekatan ini mencakup mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan)," jelasnya.
Selama kunjungan, Herman mendapati siswa mulai memahami konsep Deep Learning.
"Mereka telah menunjukkan pemahaman yang baik, dan ini sangat menggembirakan di hari pertama sekolah pascalibur semester," tambahnya.
Penerapan Deep Learning ini juga melibatkan kepala sekolah dan guru.
Baca Juga: Pemkot Bandung Sosialisasikan 4 Pilar Gizi Seimbang untuk Cegah Masalah Gizi
"Kami akan memastikan semua kepala sekolah dan guru di 27 kabupaten/kota di Jabar memahami dan mampu menerapkan pendekatan ini dengan baik," kata Herman.
Keseriusan Pemprov Jabar dalam inovasi pendidikan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
"Kami ingin memastikan bahwa pendidikan di Jabar menjadi modal utama untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih cerah," tegas Herman.
Sebagai langkah lanjutan, Herman bersama Plh Kadisdik Jabar juga meninjau SMP Negeri 1 Situraja dan SD Negeri Situraja, memastikan kesiapan seluruh elemen pendidikan dalam mendukung program ini.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Deep Learning adalah model pendekatan belajar yang dirancang untuk memperdalam pemahaman siswa, bukan kurikulum baru.
"Kami masih mengkaji Kurikulum Merdeka dan belum ada keputusan akhir," ungkapnya.
Dengan penerapan Deep Learning, diharapkan siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan menyenangkan, membawa pendidikan Jabar ke tingkat yang lebih tinggi.***



