POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan alat NS-1, yakni pendeteksi pasien DBD secara cepat.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengungkapkan Disiapkan NS-1 sebagai alat yang dapat mengetahui secara cepat apakah seseorang itu DBD atau tidak.
"Kita akan lebih masif lagi, dengan menyiapkan NS-1 lebih banyak untuk se-Jawa Barat," kata Bey, Selasa (26/3).
Selain itu, Bey meminta kepada seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di kabupaten/kota se-Jabar.
"PSN harus lebih masif lagi dan menerapkan 3M plus," tambahnya.
Baca Juga: Tak Banyak Yang Tahu! Ini Dia Tanda-Tanda dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Sebagai informasi, berdasarkan data 25 Maret 2024 di Jabar terdapat 11.729 orang terkena DBD dan 105 meninggal dunia, dengan wilayah yang banyak terdampak, yakni Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bogor.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementeriaan Kesehatan Imran Pambudi mengatakan, Jabar menjadi yang utama dalam pencegahan DBD karena memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
Pihaknya telah mengalokasikan beberapa logistik untuk Pemdaprov Jabar, yakni NS-1, larvasida (bubuk Abate), insektisida, dan lainnya.
"Untuk Jabar menjadi yang utama, penduduk paling banyak dan risiko paling tinggi karena padat penduduk. Jadi memang kita harus mitigasi," tutup Imran.***



