Bandung, POJOKSATU.id, Permukiman padat dan gang-gang yang relatif sempit menjadi tantangan tersendiri bagi warga Kelurahan Campaka, Kota Bandung, saat menghadapi situasi darurat.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan warga, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara menggelar pelatihan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan hidrometeorologi pada Rabu (14/10).
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung dan Pemerintah Kelurahan Campaka, pelatihan ini menyasar warga di wilayah Ring 1 operasional AFT Husein Sastranegara.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas anggota Kelompok Gagah Bencana, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), perwakilan ketua RT dan RW Kelurahan Campaka, Kelompok Bank Sampah Campaka, Kelompok Rumah Maggot Campaka, serta unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Campaka, Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinter) Husein Sastranegara, serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Campaka.
Peserta mendapatkan pemaparan dari Ichsan Zulfikri dan Bobby Rengga Hidayat selaku Analis Kebencanaan BPBD Kota Bandung.
Materi yang disampaikan meliputi manajemen kebencanaan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan bencana hidrometeorologi, termasuk pemahaman mengenai risiko Sesar Lembang.
Selain mendapatkan pemaparan materi, peserta juga diperkenalkan dengan perlengkapan pendukung kesiapsiagaan bencana dan mengikuti sesi tanya jawab mengenai tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Lurah Campaka, Iyan Sopian Hadi mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini penting untuk membangun masyarakat yang lebih siap dan sigap. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Campaka,” ujar Iyan.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Bandung, Ichsan Zulfikri menekankan pentingnya edukasi kebencanaan secara berkelanjutan.
“Masyarakat perlu memahami risiko bencana, mengenali jalur evakuasi, serta mengetahui tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana. Kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Ichsan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto menyampaikan bahwa peningkatan kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Melalui kolaborasi bersama BPBD dan pemerintah setempat, Pertamina berharap masyarakat semakin memahami risiko bencana dan lebih siap menghadapi keadaan darurat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Reno.
Pertamina Patra Niaga Regional JBB berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga Kelurahan Campaka.
Peningkatan pemahaman mengenai risiko dan kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggal diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita ke-8, yaitu memperkuat keselarasan kehidupan dengan lingkungan dan alam.






