Kota Bandung, POJOKSATU.id - Sebanyak 1000 lebih hewan liar di Kota Bandung sudah berhasil di vaksin dan diantaranya ada yang disterilisasi. Hal itu untuk mencegah populasi kucing liar meningkat dan mencegah penyakit zoonosis khususnya penyakit rabies.

Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Wilsandi Saefulloh, keberhasilan itu karena gerakan Bandung Jaga Kesehatan Hewan (Bangsawan) berjalan dengan baik.

Gerakan Bangsawan ini kata dia, kuota hanya 30 ekor di satu wilayah. Namun terkadang melebihi karena tingginya antusiasme warga.

"Kalau kuota yang kita publish sih biasanya satu lokasi untuk 30 ekor. Tapi di lapangan kadang bisa menyesuaikan dengan kondisi, apalagi bisa sampai 2-5 kali datang ke lokasi tersebut. Biasanya kita setiap hari Selasa dijadwalkan untuk kegiatan Bangsawan, datang ke kelurahan yang memang sudah kita jadwalkan dari jauh-jauh hari," jelasnya.

Selain menggelar pemeriksaan kesehatan hewan, vaksin dan sterilisasi gratis, juga melakukan penangkapan kucing liar bersama-sama aparat kewilayahan dan masyarakat.

"Biasanya ada RW, ada RT yang ikut mendampingi kita untuk memastikan bahwa kucing-kucing tersebut memang kucing-kucing yang liar tidak ada pemilik. Nanti cek kesehatan, kalau sehat lalu kami lakukan sterilisasi di kantor, terus dilakukan juga pemeliharaan pascasterilisasi. Setelah betul-betul pulih 7-10 hari lukanya sembuh, nanti kita kembalikan lagi bersama aparat kewilayahan dan warga di lingkungan awal kucing tersebut diambil," jelasnya.

Berkat aksi ini, kata Wili sapaan akrabnya, di Kota Bandung tidak ditemukan kasus rabies, selain itu juga pemahaman masyarakat terhadap penyakit rabies menjadi lebih baik lagi.

"Sehingga kita bisa bersama-sama menjaga Kota Bandung dari potensi penularan penyakit asal hewan, terutama yang bersifat zoonosis tadi, kayak rabies salah satunya," tegasnya.