POJOKSATU.id - Dalam dunia make up, memahami tipe wajah bukan hanya soal bentuk atau ukuran, melainkan juga soal visual weight.
Ya, istilah keduanya kini makin populer di kalangan beauty enthusiast.
Mengenali apakah wajah memiliki low visual weight atau high visual weight membantu memilih makeup, warna, dan teknik yang paling sesuai.
Karena jika salah memilih, hasil makeup bisa tampak hilang atau malah terlalu berlebihan.
Apa Itu Visual Weight?
Istilah visual weight awalnya berasal dari desain grafis, yang menggambarkan seberapa berat atau menarik perhatian sebuah elemen visual dalam suatu komposisi.
Baca Juga: PKH untuk Disabilitas Berat Lebih dari Uang Tunai, Ini Soal Aksesibilitas dan Perawatan
Dalam konteks wajah, visual weight mengacu pada tingkat kejelasan atau keunggulan fitur.
Contohnya, seperti mata besar, tulang pipi yang menonjol, bibir penuh, atau struktur rahang yang tegas yang secara visual menarik perhatian mata.
Singkatnya, wajah dengan high visual weight punya fitur yang lebih menonjol dan menguasai tampilan.
Sedangkan, wajah dengan low visual weight punya fitur yang lebih halus, lembut, dan tidak terlalu dominan.
High Visual Weight
-Biasanya, pemilik wajah high visual weight memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-Mata besar atau terkesan terangkat.
-Tulang pipi tinggi atau rahang/leher tampak jelas.
-Bibir penuh atau hidung memiliki kehadiran visual yang kuat.
-Proporsi fitur yang besar dalam ukuran wajah relatif kecil.
Baca Juga: Simak dan Pelajari! Contoh Soal dan Pembahasan Bahasa Inggris TKA SMA 2025
-Salah satu tips untuk mengetahui jika termasuk high visual weight bisa melakukannya dengan mengambil foto wajah depan dalam pencahayaan baik, lalu perhatikan mata, bibir, atau tulang pipi menjadi perhatian utama.
Kemudian, coba menaikkan kontras pada foto, apabila fitur tersebut semakin keluar, kemungkinan besar high visual weight.
Untuk tipe wajah high visual weight direkomendasikan make up dan warna seperti berikut.
1. Fokus pada salah satu fitur yang menonjol, misalnya mata dengan winged eyeliner atau bibir dengan warna merah atau plum.
Para ahli menyarankan memilih mata atau bibir sebagai fokus, bukan keduanya bersamaan agar tak tampak berlebihan.
2. Gunakan coverage foundation yang agak penuh untuk menyeimbangkan fitur yang kuat
3. Pilih warna-warna bold atau kontras tinggi, contohnya seperti merah, burgundy, cokelat gelap, smoky eye cocok untuk tampilan glam malam atau acara khusus.
4. . Hindari makeup terlalu flat atau warna pastel lembut saja, karena bisa membuat fitur menonjol tampak kurang terdefine.
Low Visual Weight
-Biasanya, pemilik wajah high visual weight memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-Fitur wajah lebih lembut, tulang pipi atau rahang tidak sangat menonjol.
-Mata, bibir, dan hidung tidak secara drastis besar atau dominan di wajah.
-Keseluruhan wajah tampak lebih seimbang dan halus.
-Salah satu tips untuk mengetahui jika termasuk low visual weight dengan berfoto wajah depan dan lihat jika tidak ada satu fitur yang secara otomatis menarik perhatian utama, maka mungkin termasuk low visual weight.
Kemudian, turunkan kontras pada foto, jika fitur malah tampak lebih jelas saat kontras rendah, kemungkinan low visual weight.
Baca Juga: Pro ASN 2025! BKN Luncurkan 8 Kebijakan Baru untuk Karier ASN Lebih Cepat dan Transparan
Untuk tipe wajah low visual weight direkomendasikan make up dan warna seperti berikut.
1. Gunakan makeup yang lembut dan alami, seperti tinted moisturizer atau BB cream, blush pink atau peach, lip gloss nude atau warna lembut.
2. Fokuskan pada tampilan glow sehat dengan highlighter ringan, sedikit bronzer untuk kehangatan, eyeshadow warna netral atau shimmer ringan.
3. Hindari kontur dan eyeliner terlalu tebal yang bisa menenggelamkan fitur halus.
4. Warna yang cocok untuk low visual weight adalah warna-warna nude, rosy, koral, cokelat muda yang menjaga keseimbangan dan membuat wajah tampak rileks dan segar.
Baca Juga: Gen Z Kunci Digitalisasi PKH Mengubah KKS Jadi Pintu Akses Finansial Modern
Mengapa Mengenal Visual Weight Penting untuk Make up?
Ketika tipe visual weight dikenali dengan tepat, pemilihan makeup akan lebih efisien.
Efeknya akan lebih maksimal, fitur tampak terangkat dan wajah tampak harmonis.
Sebaliknya, jika salah pilih gaya atau warna, justru fitur bisa tampak terlalu mendominasi atau malah memberi kesan tenggelam.
Beberapa artikel kecantikan menekankan bahwa mengenali visual weight bisa menjadi titik awal untuk memilih gaya makeup yang benar-benar cocok untuk wajah.
Tipe wajah bukan hanya soal bentuk, tetapi juga soal bagaimana fitur-fitur tersebut menarik perhatian, itulah yang disebut visual weight.
Wajah dengan visual weight tinggi cocok dengan makeup yang lebih dramatis, sementara wajah dengan visual weight rendah akan bersinar dengan tampilan yang lebih lembut dan alami.
Dengan mengenali visual weight diri sendiri, pilihan makeup, warna, dan teknik dapat diatur secara lebih spesifik.
Akhirnya, yang paling penting adalah memilih apa yang membuat seseorang merasa percaya diri dan nyaman karena make up adalah yang menggambarkan keunikan diri sendiri. ***




