POJOKSATU.id — LinkedIn menjadi salah satu platform yang dapat dimanfaatkan untuk membangun profil profesional sekaligus mencari peluang kerja.

Bagi mahasiswa, fresh graduate, maupun pencari kerja, akun LinkedIn yang dikelola dengan baik dapat membantu memperkenalkan kemampuan kepada recruiter.

Tidak sedikit perusahaan menggunakan LinkedIn untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan posisi tertentu.

Oleh karena itu, memiliki akun saja belum cukup. Profil perlu disusun secara strategis agar pengalaman, keterampilan, dan posisi yang dituju dapat terlihat dengan jelas.

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah foto profil.

Baca Juga: Mengunjungi RSUD Ende Pasca-gempa, Pasien Dirawat di Tenda, Tenaga Kesehatan Mulai Kelelahan

Gunakan foto dengan wajah yang terlihat jelas, pencahayaan yang cukup, serta latar belakang yang tidak terlalu ramai.

Pilih pakaian yang rapi dan sesuai dengan kesan profesional yang ingin dibangun.

Setelah foto, bagian headline juga perlu mendapat perhatian.

Hindari headline yang hanya mencantumkan status seperti "Fresh Graduate" atau "Looking for a Job".

Headline dapat diisi dengan posisi yang dituju, keahlian utama, serta bidang yang diminati.

Baca Juga: Mengenal Hotspot Karhutla, Titik Panas yang Dipantau Lewat Satelit

Sebagai contoh, seseorang yang ingin berkarier sebagai penulis dapat menggunakan headline seperti "Content Writer | SEO Content | Copywriting | Digital Media".

Sementara itu, fresh graduate yang ingin menekuni bidang pemasaran digital dapat menggunakan headline seperti "Fresh Graduate | Content Writing | SEO | Social Media | Digital Marketing".

Bagian "About" juga sebaiknya tidak dibiarkan kosong.

Gunakan bagian tersebut untuk memperkenalkan latar belakang, kemampuan, pengalaman, serta jenis pekerjaan yang sedang ditargetkan.

Tuliskan informasi secara ringkas tetapi tetap menunjukkan keahlian yang dimiliki.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Agustus 2026, 0,5 Gram hingga 1 Kg

Penggunaan kata kunci yang sesuai dengan posisi yang dituju juga penting agar profil lebih relevan ketika recruiter mencari kandidat berdasarkan keterampilan atau bidang pekerjaan.

Pengalaman kerja dan magang pun sebaiknya tidak hanya berisi nama jabatan.

Jelaskan tanggung jawab serta pekerjaan yang pernah dilakukan secara spesifik.

Sebagai contoh, seorang Content Writer dapat menjelaskan pengalaman melakukan riset topik, membuat artikel SEO, melakukan editing dan proofreading, serta mengembangkan ide konten berdasarkan tren dan kebutuhan pembaca.

Jika memiliki pencapaian yang dapat diukur, pencantuman angka juga bisa membuat pengalaman terlihat lebih konkret.

Baca Juga: Lowongan BTN 2026 Dibuka untuk Profesional IT dan Keamanan Siber, Cek Syarat dan Cara Daftar

Misalnya jumlah artikel yang telah dibuat, proyek yang diselesaikan, atau target pekerjaan yang berhasil dicapai.

Tentunya, angka tersebut harus berdasarkan pengalaman yang sebenarnya.

Selanjutnya, lengkapi bagian Skills dengan kemampuan yang relevan terhadap pekerjaan yang diincar.

Untuk posisi Content Writer, misalnya, beberapa keterampilan yang dapat dicantumkan adalah Content Writing, SEO Writing, Copywriting, Editing, Proofreading, Research, WordPress, Digital Marketing, Content Strategy, dan Social Media.

Pengguna juga dapat memanfaatkan bagian **Featured** untuk menampilkan portofolio.

Artikel yang pernah diterbitkan, proyek yang telah dikerjakan, website pribadi, sertifikat, maupun kumpulan karya dapat ditampilkan di bagian tersebut.

Portofolio menjadi penting, khususnya bagi pencari kerja di bidang kreatif.

Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar 27-28 Agustus, Buka Ribuan Lowongan Kerja dan Gratis untuk Umum

Recruiter tidak hanya dapat mengetahui kemampuan yang dicantumkan dalam profil, tetapi juga melihat bukti pekerjaan yang pernah dibuat.

Selain melengkapi profil, aktivitas di LinkedIn juga dapat membantu membangun personal branding.

Pengguna dapat membagikan hasil pekerjaan, pengalaman profesional, proyek yang pernah dikerjakan, maupun wawasan mengenai bidang yang ditekuni.

Berinteraksi dengan konten profesional yang relevan juga dapat membantu membangun jaringan dengan pengguna LinkedIn lainnya.

Bagi yang sedang aktif mencari pekerjaan, fitur Open to Work dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa pengguna sedang terbuka terhadap peluang kerja.

Pilih posisi yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan tujuan karier.

Baca Juga: Cek Uang Saku MagangHub Kemnaker 2026 Tiap Daerah, di Seluruh Jawa dan Sumatera, Paling Besar di Daerah Ini

Sebaiknya tidak memasukkan terlalu banyak posisi yang tidak memiliki keterkaitan.

Profil yang memiliki arah karier jelas akan lebih mudah dipahami oleh recruiter.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan kata kunci.

Jika target pekerjaan adalah Content Writer, misalnya, kata kunci seperti Content Writer, SEO, Copywriting, Content Writing, Editorial, Digital Content, Research, dan Editing dapat digunakan pada bagian profil yang memang relevan.

Penggunaan keyword sebaiknya tetap alami dan sesuai dengan kemampuan yang benar-benar dimiliki.

Jangan memasukkan keterampilan hanya untuk mengejar pencarian recruiter jika tidak mempunyai pengalaman atau kemampuan tersebut.

Dengan profil yang lengkap dan terarah, LinkedIn tidak hanya berfungsi sebagai CV digital, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun personal branding dan membuka peluang karier.

Headline yang jelas, keyword yang relevan, pengalaman konkret, skill sesuai posisi, portofolio, serta aktivitas profesional menjadi sejumlah aspek yang dapat diperhatikan agar profil LinkedIn lebih menarik bagi HRD.***