POJOKSATU.id — Kebiasaan kucing mencakar berbagai benda di dalam rumah terkadang membuat pemilik harus memberikan perhatian lebih pada kondisi perabotan, termasuk karpet.
Cakaran yang dilakukan berulang kali dapat membuat permukaan karpet terlihat rusak dan tidak lagi rapi.
Bagi kucing, mencakar merupakan perilaku yang sebenarnya alami.
Aktivitas ini dapat dilakukan untuk membantu meregangkan tubuh, menjaga kondisi kukunya, hingga menandai area tertentu di lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Nonton Rail Futsal di Tuparev Cirebon, Tiket Kereta Api Bisa Dapat Diskon 20 Persen
Meski demikian, kebiasaan tersebut bisa menjadi masalah ketika karpet justru menjadi tempat favorit untuk mencakar.
Serat karpet dapat tertarik, terlepas, atau menjadi kusut apabila terus-menerus terkena cakaran.
Pemilik tidak perlu langsung memarahi atau menghukum kucing ketika hal tersebut terjadi.
Kebiasaan mencakar dapat dialihkan secara bertahap dengan menyediakan tempat yang lebih sesuai dan membuat kucing terbiasa menggunakannya.
Baca Juga: Ibu Febiona Purba Tak Puas Pemeriksaan Anaknya dari Dokter, Sudah 5 Kali Pindah Rumah Sakit
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyediakan scratching post atau papan khusus untuk mencakar.
Pilih tempat mencakar dengan material yang menarik bagi kucing, seperti sisal atau karton, kemudian letakkan di dekat area karpet yang sering menjadi sasaran cakaran.
Penempatan scratching post juga perlu diperhatikan.
Jika kucing terbiasa mencakar karpet di lokasi tertentu, tempatkan scratching post di area tersebut terlebih dahulu.
Setelah kucing mulai terbiasa menggunakannya, posisinya dapat dipindahkan secara perlahan menuju lokasi yang diinginkan.
Selain menyediakan alternatif, pemilik juga dapat membuat area karpet yang sering dicakar menjadi kurang menarik untuk sementara waktu.
Bagian tersebut bisa ditutup menggunakan pelindung yang aman untuk hewan sehingga kucing terdorong untuk mencoba tempat mencakar yang baru.
Pelindung yang digunakan sebaiknya tidak memiliki bagian tajam atau material yang dapat membahayakan kucing.
Tujuannya bukan untuk membuat kucing merasa takut, melainkan mengurangi ketertarikannya terhadap permukaan karpet.
Pemilik juga dapat menerapkan penguatan positif ketika kucing menggunakan scratching post.
Setiap kali kucing mencakar pada tempat yang sudah disediakan, berikan pujian atau hadiah kecil yang sesuai.
Baca Juga: Farhan Tegas soal PKL: Boleh Dagang, Tapi 'Datang Bersih, Pulang Bersih'
Cara tersebut dapat membantu kucing memahami bahwa scratching post merupakan tempat yang diperbolehkan untuk mencakar.
Konsistensi menjadi hal penting agar kebiasaan baru tersebut dapat terbentuk.
Mainan juga dapat digunakan untuk menarik perhatian kucing menuju scratching post.
Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi Lagi Dini Hari, Tak Terlihat Mata tapi Terekam Seismograf
Pemilik bisa mengajak kucing bermain di sekitar tempat tersebut sehingga kucing tertarik mendekatinya.
Ketika kucing mulai menggunakan scratching post, pemilik dapat memberikan respons positif.
Dengan cara ini, kucing secara perlahan akan lebih terbiasa menyalurkan aktivitas mencakarnya di tempat yang sudah disediakan.
Waktu kucing biasa mencakar juga perlu diperhatikan.
Sebagian kucing lebih sering mencakar setelah bangun tidur atau ketika berada di area yang sering dilaluinya.
Baca Juga: Garut Plaza Mulai Dihidupkan Lagi, UMKM dan Pedagang Lokal Jadi Penggerak Utama
Karena itu, scratching post sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan sering didatangi kucing.
Menaruhnya di sudut ruangan yang jarang digunakan justru dapat membuat kucing kurang tertarik untuk menggunakannya.
Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari kebiasaan memarahi atau menghukum kucing ketika mencakar karpet.
Hukuman tidak secara langsung mengajarkan tempat yang benar untuk mencakar.
Ketika kucing mulai mencakar karpet, pemilik dapat mengalihkan perhatiannya ke scratching post.
Jika dilakukan secara konsisten, kucing dapat belajar membedakan benda yang boleh digunakan untuk mencakar dan benda yang sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Hak Pengurus Pimpinan DPD Golkar Purwakarta Sudah Terpenuhi, Tinggal Kewajibannya Melaksanakan Musda
Apabila kucing tetap memilih karpet meski sudah tersedia scratching post, pemilik dapat memperhatikan tekstur yang disukai.
Scratching post dengan tekstur yang menyerupai karpet dapat dicoba terlebih dahulu agar kucing lebih mudah beradaptasi.
Setelah kucing terbiasa menggunakan tempat tersebut, jenis atau teksturnya dapat diganti secara bertahap sesuai kebutuhan.
Dengan begitu, kebutuhan alami kucing untuk mencakar tetap tersalurkan, sementara karpet di rumah dapat lebih terlindungi dari kerusakan.***




