POJOKSATU.id – Jika diperhatikan, pola belanja masyarakat saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Pengunjung pasar tetap ramai, tetapi volume belanja menurun.
Para pedagang pasar mengungkapkan bahwa belanja ibu rumah tangga kini semakin berkurang.
Para ibu kini lebih cermat berbelanja, menerapkan kebiasaan ini dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.
Dulu saya berbelanja besar di awal bulan, kini lebih terencana dan detail.
Baca Juga: Jabar Istimewa: Sinergi Pemda dan Forkopimda untuk Pembangunan Berkelanjutan
Saya membeli yang benar-benar dibutuhkan dan lebih cermat mengatur pengeluaran.
Perubahan ini sejalan dengan tren gaya hidup YONO (You Only Need One).
Tren ini berasal dari Korea Selatan dan banyak diadopsi oleh generasi muda, terutama Gen Z.
Filosofi YONO menekankan pentingnya kesederhanaan dengan mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
Konsep ini mendorong seseorang untuk lebih bijaksana dalam mengelola sumber daya dan pengalaman yang dimiliki.
Tujuan utama dari YONO adalah menciptakan kehidupan yang lebih sederhana, bermakna, serta berkelanjutan.
YONO mengajarkan belanja bijak, menunda pembelian, dan memanfaatkan barang preloved.
YONO fokus pada hidup bermakna, kualitas, dan hemat demi kesejahteraan serta lingkungan.
Beralih dari YOLO dan Frugal Living Menuju Gaya Hidup yang Lebih Berkualitas
Sebelum tren YONO berkembang, konsep yang lebih dulu populer adalah YOLO (You Only Live Once).
Istilah ini mulai dikenal luas pada tahun 2012 setelah dirilisnya lagu The Motto oleh Drake.
YOLO mendorong menikmati momen tanpa memikirkan konsekuensi.
Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang mulai bersikap lebih realistis dan pragmatis dalam menjalani hidup.
Terutama karena tekanan ekonomi yang semakin meningkat.
Hal ini mendorong masyarakat untuk berpikir lebih bijak dalam mengatur keuangan, tidak hanya sekadar mengikuti prinsip frugal living.
Pada dasarnya, frugal living adalah gaya hidup yang berfokus pada pengelolaan uang secara hemat dan bijaksana.
Penganutnya menghindari pemborosan, memilih barang ekonomis, dan memaksimalkan manfaat pengeluaran.
Namun, hidup hemat bukan berarti harus menjalani kehidupan yang serba terbatas atau tidak nyaman.
Baca Juga: Terlibat Dugaan Asusila Anak di Bawah Umur, Kapolres Ngada AKBP Fajar Juga Positif Sabu-sabu
Dalam beberapa kasus, strategi penghematan yang dilakukan tanpa pertimbangan matang justru bisa menjadi kurang efektif dan kontra-produktif.
YONO menawarkan keseimbangan antara penghematan dan kualitas hidup.***



