Pojoksatu

Topik

#Opini Dahlan Iskan

12 artikel

Orang Penting

Dari jendela mulai terlihat bandara Damaskus. Seperti di tengah gurun. Kering. Tandus. Paradoks dari yang Doha –terminalnya lama dan kecil

Mendadak Syria

Gus Najih saya minta berangkat dari Jakarta. Bertemu di Doha. Ia agak kesulitan cari tiket mendadak. Tapi dapat. Dua kali lipat lebih mahal

Emak-Emak Mandiri

Itulah emak-emak masa kini. Saya juga sering melihat grup ibu-ibu muda seperti itu di kereta cepat Jakarta-Bandung. Sesama anggota pengajian

Erros Kanan

Erroslah yang menghubungi banyak jenderal. Juga pusat-pusat intelijen. Agar Megawati bisa diterima sebagai kenyataan politik yang baru

Umur Pendek

Gedung itu juga bukan asli milik Kementerian BUMN. Itu gedungnya Garuda Indonesia: 19 lantai. Seingat saya tidak semua lantai kementrian

Diam Emas

Tentu saya bisa merasakan gejolak kencang di pedalaman jiwa para pejabat tinggi Bank Indonesia. Hati mereka pasti mendidih

Nabi Baru

Sebenarnya Al Jabir mendeklarasikan kenabiannya tepat waktu. Tepat zaman. Yakni di saat zaman sudah begini modern.

Cicilan Kedua

Dari reshuffle cicilan kedua membuktikan ''kubu'' PDI Perjuangan hilang sama sekali dari kabinet. Golkar juga kehilangan satu kursi

Crowding Out

Memberi kredit lebih banyak ke BUMN itu enak. Uangnya besar tapi jumlah perusahaan kreditornya sedikit. Pengawasannya mudah. Kalau macet pun

Benih Sapujagat

Lobi itu dipenuhi display perjalanan Long Ping sampai menjadi seperti sekarang. Banyak rombongan dari luar negeri studi banding

Saling Rujak

Purbaya tidak takut pada faktor global. "Selama ini selalu saja yang disalahkan faktor global. Padahal 90 persen ditentukan di dalam negeri

Rujak Solo

Seorang anggota DPR dari Lampung, Marwan Cik Asan, memaksa bicara saat Misbakhun sudah siap menutup rapat. Ia klarifikasi atas pernyataan