Hidup Mati
Saya bisa merasakan alangkah pusingnya Henry Hidayat, pemilik BMS. Padahal ia lagi semangat-semangatnya ingin mengalahkan bisnis udang
Topik
12 artikel
Saya bisa merasakan alangkah pusingnya Henry Hidayat, pemilik BMS. Padahal ia lagi semangat-semangatnya ingin mengalahkan bisnis udang
PLTS Cirata itu hanya menghasilkan listrik di siang hari. PLN harus membelinya. Wajib. Padahal PLN sudah kelebihan listrik untuk siang hari
Tentu usaha Dermawan tidak lagi hanya di bisnis tisu. Ia sudah masuk ke industri bata ringan. Pabriknya sudah di lima atau enam lokasi
Kisah perjalanan ke Suriah beberapa hari belakangan ini, membuat saya ingin menulis tentang beberapa hal. Tentunya tulisan yang berkaitan
Sampai hari ini masih terasa kontras: para santriwati berjilbab berdebat dalam bahasa Mandarin. Pun para santri laki-laki. Pakai sarung dan
wewenang Danantara kini sangat sentral. Tapi tetap saja yang dikelola adalah aset negara. Menurut UU yang sudah direvisi pejabat Danantara
Lagu kebangsaan Syria pun dianggap lagunya Assad. Ḥumāt ad-Diyār tidak dinyanyikan lagi. Anda lihat sendiri: waktu tim sepak bola Syria
Yang dari sekolah Tionghoa tercatat: SMA Xin Zhong, Surabaya. Lalu dari Universitas Ma Chung, Malang. Tidak kalah pula dari SMA Kristen Ely
Tiga lantai. Di depannya ada kolam renang seukuran Olimpiade. Airnya jernih menggoda. Tergelar taman dan rumput di sekeliling kolam
Pulang dari kementerian, saya berniat mengembalikan baju itu. Begitu melihat mimik saya Pak dubes sudah bicara duluan
Inilah Wisma Indonesia terbesar, terindah, dan teraman –sebatas pengetahuan saya. Luasnya hampir setengah hektare. Pohon-pohon tinggi
Dua kebab empat dolar. Saya sodorkan lembaran lima dolar. Kembaliannya uang Suriah –12.000 pound. Berarti pound Syria sedikit lebih