POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Di penghujung musim durian, manggis dan langsat, Pemerintah Kecamatan Tambangan menggelar Semarak Pesta Buah Promosi UMKM dan Bazar Produk Unggulan.

Kegiatan ini digelar selama tiga hari mulai Kamis (20/2) hingga Sabtu (22/2). Bupati Mandailing Natal (Madina) Jafar Sukhairi Nasution membuka secara resmi acara dengan pemukulan gong, Kamis.

Acara yang dihadiri perwakilan dari setiap desa di Kecamatan Tambangan ini digelar di lokasi kafe Niko-niko, Desa Muaramais, Tambangan, Kabupaten Madina.

Baca Juga: Hati-Hati Provokasi! DPR Pastikan Tabungan di Bank BUMN Aman

Kegiatan Semarak Pesta Buah Promosi UMKM dan Produk Unggulan Desa ini disingkat dengan istilah Si Tombaga.

Bupati Madina dalam sambutannya mengatakan, dia sangat mengapresiasi pelaksanaan pesta buah yang kali kedua digelar di Kecamatan Tambangan.

Menurutnya, acara pesta buah ini sejalan dengan program pemerintah pusat atau sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM.

“Pak Kajari ini penuh perhatian ke UMKM. Kalau kata Pak Presiden, bukan omon omon untuk pengembangan UMKM,”kata Sukhairi.

Menurut Bupati, ketahanan pangan jangan hanya dipersepsikan dengan beras. Tapi juga mencakup buah-buahan.

“Bagaimana menata kelola buah-buahan yang mengikuti pasar, misalnya durian. Durian Musangking, Bawor, Duri Hitam, dan bukan hanya buah -buahan lokal saja,” katanya.

Baca Juga: LIMA Penyebab Calon PNS dan PPPK Gagal Mendapatkan NIP!

Bupati Sukhairi menilai rasa durian dari Tambangan tidak kalah secara rasa dibandingkan durian dari daerah lain, tetapi seringkali barangnya tidak ada.

“Budidayakan dan jangan bertahan hanya dengan durian lokal, respons pasar karena nilai ekonominya sangat tinggi,” sebut dia.

“Musangking itu luar biasa. Harganya mencapai Rp350 ribu per kg. Tanam Musangking dan Duri Hitam. Karena tanah Madina ini subur. Kelola dengan baik agar menghasilkan buah yang melimpah,” jelasnya.

Bupati menegaskan, sebanyak 20 persen pengelolaan tanah tahun ini harus difokuskan untuk ketahanan pangan.

Baca Juga: Lantik 12 Pejabat Eselon 3 dan 42 Eselon 4 Pemprov Sumut, Fatoni: Sesuai Aturan yang Berlaku

Dia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan guna menjaga kesehatan, terutama dalam mencegah penyakit diabetes.

Menurut Bupati, dari pelaksanaan iven hari ini di Desa Muara Mais, dari kemeriahan acara dan stand produk yang berdiri, iven ini bukan lagi tingkat kecamatan, tapi sudah seperti tingkat kabupaten.

Dalam wawancara dengan wartawan, Bupati Madina kembali menyebutkan agar iven ini kalau bisa digeser menjadi iven kabupaten.

Menurut Bupati, iven ini adalah sebagai bentuk promosi ke daerah luar, bahwa durian dari Mandailing Natal, tidak kalah dengan durian dari kabupaten lain di Sumut.

“Bagaimana mahalnya promosi. Satu produk saja butuh anggaran miliaran,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenag Umumkan 70.652 Peserta PPG Daljab Angkatan I, Cek Akun Masing-masing!

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madina, Muhammad Iqbal, berterima kasih kepada panitia dan seluruh elemen yang membantu terselenggaranya acara ini.

Dia memastikan, Kejari Madina akan mendukung dan memberikan pendampingan hukum kepada para pelaku UMKM.

Iqbal berharap iven ini menjadi agenda tahunan pemerintah daerah. Untuk itu, dia berharap bupati terpilih nantinya benar-benar mendukung pengembangan UMKM.

“Tadi saya sampaikan dalam sambutan saya, (siap kita dukung) baik skala daerah, nasional maupun internasional. Karena luar biasa, khususnya di Mandailing Natal ini yang namanya durian dan buah-buahan,” kata Kajari saat wawancara.

Sementara itu, Camat Tambangan Enda Mora Lubis mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki, terutama buah-buahan yang tumbuh subur di kecamatan Tambangan.

Camat berterima kasih kepada Pemkab Madina, Kejari Madina, pemerintahan desa dan kelurahan setempat serta panitia yang bekerja sama menyukseskan acara ini.

Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa di kecamatan ini digalakkan kembali permainan tradisional yang dikenal dengan nama Wita Permainur (Wisata Permainan Leluhur).

Program ini merupakan upaya pembatasan anak-anak dari bermain ponsel secara berlebihan.

Ada 40 lebih stan yang disiapkan panitia, selain 19 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Tambangan, juga beberapa instansi ikut memasang produknya, seperti Ikatan Adhyaksa Darma (IAD) Kartini Madina, Bank BRI Cabang Panyabungan, UMKM Simalagi Sepatu dan Kampung Kaos Madina, Bank Sumut Cabang Panyabungan.

Kemudian Pemdes se-Kecamatan Muara Sipongi, Pemdes se-Kecamatan Kotanopan, Pegadaian UPC Kayu jati Panyabungan, BNI Panyabungan, Bank Mandiri Panyabungan, PTPN IV Teh Bah Butong Simalungun, dan BNI Padang Sidempuan.***