JAKARTA, POJOKSATU.id - Perjalanan Veda Ega Pratama menuju Kejuaraan Dunia Moto3 2026 tidak terjadi dalam semalam.

Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mulai mengikuti balapan saat berusia enam tahun, sebelum melewati berbagai jenjang kompetisi hingga dipercaya membela Honda Team Asia di kejuaraan dunia.

Pada usia 17 tahun, Veda menjadi salah satu pembalap muda Indonesia yang menembus persaingan balap motor tingkat dunia.

Sebelum mencapai tahap tersebut, ia lebih dulu menjalani proses panjang di kompetisi nasional dan Asia, kemudian menguji kemampuannya di kejuaraan pembalap muda Eropa.

Catatan resmi MotoGP menunjukkan Veda memulai dari motocross, beralih ke balap di lintasan beraspal, menjuarai Asia Talent Cup 2023, lalu menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.

Rangkaian prestasi itu menjadi bagian penting dari jalannya menuju Moto3.

Berawal dari Usia 6 Tahun di Gunungkidul

Kecintaan Veda terhadap balap motor tumbuh dari lingkungan keluarganya.

Ayahnya, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional yang memperkenalkannya pada dunia balap.

Dikutip Pojoksatu.id dari profil resmi MotoGP, Veda menjalani balapan pertamanya ketika berusia enam tahun.

Salah satu tempat latihan awalnya adalah area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo di Gunungkidul.

Dari tempat sederhana tersebut, Veda mulai membangun pengalaman balap.

Ia terlebih dahulu berkompetisi di motocross sebelum beralih ke lintasan beraspal beberapa tahun kemudian.

Awal karier itu menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kemudian membawanya keluar dari kompetisi domestik.

Namun, pencapaian di level internasional tidak datang hanya dari satu penampilan.

Veda harus melewati sejumlah kejuaraan dengan tingkat persaingan yang berbeda.

2021-2022: Mulai Menjajal Persaingan Asia

Pada 2021, Veda mendapatkan kesempatan tampil sebagai pembalap wildcard di Asia Talent Cup.

Ajang tersebut menjadi salah satu jalur pembinaan pembalap muda yang ingin berkembang menuju kompetisi Grand Prix.

Setahun kemudian, Veda menjalani satu musim penuh di Asia Talent Cup.

Hasilnya, ia memenangi tiga balapan dan menutup musim 2022 di posisi ketiga klasemen akhir.

Capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam perkembangan kariernya.

Setelah bersaing di musim penuh pertamanya, Veda memiliki pengalaman lebih banyak menghadapi pembalap muda dari berbagai negara di Asia.

2023: Menjadi Juara Asia Talent Cup

Perkembangan Veda berlanjut pada 2023 ketika ia menjuarai Asia Talent Cup.

Berdasarkan catatan yang dipublikasikan MotoGP dan ANTARA, Veda meraih sembilan kemenangan dari 12 balapan pada musim tersebut.

Gelar itu menjadi salah satu tonggak terbesar dalam karier awalnya.

Veda juga tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangi kejuaraan tersebut.

Gelar Asia Talent Cup membuka kesempatan berikutnya.

Veda mendapat tempat di Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2024, kompetisi yang mempertemukan para pembalap muda dalam jalur pengembangan menuju kelas Grand Prix.

2024: Belajar di Kompetisi Pembalap Muda Eropa

Musim 2024 menjadi tahun pertama Veda berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Ia mengakhiri musim di posisi kedelapan klasemen.

Hasil tersebut belum menempatkannya sebagai juara, tetapi menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap kompetisi baru.

Veda harus menghadapi lintasan, lawan, dan dinamika persaingan yang berbeda dari kejuaraan yang sebelumnya ia ikuti.

Pada tahap ini, perjalanan Veda memperlihatkan bahwa jalur menuju Moto3 bukan rangkaian kemenangan tanpa jeda.

Ada pula musim untuk beradaptasi dan mengumpulkan pengalaman sebelum kembali bersaing untuk hasil yang lebih tinggi.

2025: Runner-Up dan Tiket Menuju Moto3

Veda menunjukkan peningkatan pada musim kedua Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Ia menutup musim 2025 sebagai runner-up dengan tiga kemenangan, dua di antaranya diraih di Mugello, Italia, dan satu di Sachsenring, Jerman.

Veda mengumpulkan 181 poin dan enam podium sepanjang musim tersebut.

Pada tahun yang sama, ia turut berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship.

Performa di Red Bull MotoGP Rookies Cup menjadi faktor penting yang mengantarkannya ke Moto3.

Honda Team Asia kemudian merekrut Veda untuk menjalani musim penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

Promosi tersebut menandai babak baru.

Veda bukan lagi sekadar bersaing di kategori pembalap muda, melainkan menghadapi kejuaraan dunia dengan para pembalap yang sama-sama mengejar poin dan hasil terbaik di setiap seri.

2026: Memasuki Kejuaraan Dunia Moto3

Pada musim 2026, Veda membela Honda Team Asia di Moto3. Ia memulai babak baru dalam kariernya ketika berusia 17 tahun.

Debutnya berlangsung di GP Thailand pada 1 Maret 2026 dan langsung finis di posisi kelima.

Hasil yang memberinya 11 poin pada balapan pertamanya di kelas tersebut.

Hasil itu menandai awal dari perjalanan Veda di kejuaraan dunia.

Tantangan di Moto3 tidak hanya berkaitan dengan kecepatan, tetapi juga konsistensi sepanjang musim, pengelolaan balapan, serta kemampuan beradaptasi dengan persaingan di setiap sirkuit.

Satu hal yang paling membanggakan adalah hari ini, Sabtu (24/10/2026), Veda Pratama baru saja mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di kelas grand prix.

Yah, ia mencatat Waktu tercepat pada babak kualifikasi Moto3 seri GP Australia di Philip Island.

Menarik ditunggu, bagaimana ia memaksimalkan Raihan pole position ini untuk meraih hasil terbaik pada balapan (race), Minggu besok.

"Saya sangat senang dan saya siap untuk race," kata Veda Pratama dalam wawancara dengan SPOTV usai kualifikasi.

Perjalanan Veda dan Pentingnya Jalur Pembinaan

Kisah Veda memperlihatkan tahapan yang dilalui seorang pembalap muda sebelum masuk ke kejuaraan dunia: pengalaman di tingkat nasional, kompetisi Asia, kejuaraan pembalap muda internasional, lalu kesempatan di Moto3.

Perjalanannya juga menyoroti peran keluarga dan kesempatan berkompetisi dalam membangun karier atlet.

Meski demikian, pengalaman satu pembalap belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh sistem pembinaan balap motor Indonesia sudah berjalan ideal.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana lebih banyak pembalap muda dapat memperoleh akses terhadap pelatihan, kompetisi, dukungan teknis, dan pendanaan yang berkelanjutan.

Bagi Veda, perjalanan menuju Moto3 merupakan pencapaian penting, tetapi bukan garis akhir.

Musim 2026 menjadi tahap berikutnya untuk menguji hasil pembinaan dan pengalaman yang telah ia kumpulkan sejak mulai balapan pada usia enam tahun.***