POJOKSATU.id - Pemerintah kembali bikin kehebohan kali ini dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Ia mengungkap ambisi besar pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026.

Anggaran yang digelontorkan pun enggak main-main mencapai Rp22,5 triliun, angka yang langsung menjadi sorotan berbagai kalangan.

Baca Juga: Bolehkah Bayar Fidyah dengan Uang? Ini Penjelasan Ulama dan Perbedaan Mazhab

Program ini sebelumnya ditargetkan hanya 100 unit namun percepatan pembangunan dilakukan setelah Presiden Prabowo memberikan mandat lebih besar.

Zulhas memastikan bahwa progres fisik di lapangan sudah terlihat nyata dan jauh dari sekadar rencana di atas kertas.

“Terkait Kampung Nelayan Merah Putih, jadi sudah disampaikan Bapak Presiden Prabowo, dari 100 unit targetnya, yang sudah jadi 85 unit, masih ada 15 unit lagi sampai selesai,”

Baca Juga: Siap-Siap PPPK Paruh Waktu! Revisi UU ASN Bisa Jadi Ancaman Sekaligus Peluang, Ini Penjelasan Lengkapnya

kata Zulhas dikutip Pojoksatu.id dari cnbcindonesia 13/2/2026.

Ia melanjutkan pemerintah tidak akan berhenti pada angka 100 unit saja.

Tahun ini percepatan besar-besaran bakal dilakukan dengan melibatkan kementerian terkait dan pelaku usaha di sektor kelautan.

Baca Juga: Bolehkah Bayar Fidyah dengan Uang? Ini Penjelasan Ulama dan Perbedaan Mazhab

“Tapi tahun ini, akan diselesaikan 1.000 unit. Anggarannya kalau 1.000 unit itu kira-kira Rp22,5 triliun,” lanjut Zulhas.

Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi pantai, dengan fasilitas moderen seperti cold storage, pabrik es, dermaga, hingga area pengolahan hasil laut.

Pemerintah berharap proyek ini mampu memangkas rantai pasok meningkatkan pendapatan nelayan, dan menciptakan pusat pertumbuhan baru di kawasan pesisir.

Dengan anggaran sebesar itu masyarakat menunggu apakah 1.000 kampung nelayan benar-benar bisa berdiri dalam waktu yang sangat singkat.***