POJOKSATU.id, JAKARTA—Zionis Israel kembali menyerang melalui serangan udara ke sebuah zona aman di Gaza pada Selasa (10/9/2024).
Serangan tersebut menciptakan kawah besar sekaligus membakar tenda-tenda dan mengubur keluarga-keluarga Palestina di bawah pasir.
Melihat tindakan tersebut, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) kembali mengecam aksi kejahatan pembantaian atau genosida yang dilakukan Israel ke Palestina.
Pasalnya, genosida yang telah berlangsung hampir satu tahun, hingga kina tak bisa diselesaikan dengan jalan perdamaian.
Baca Juga: Tak Kunjung Usai, Kini Tersiar Kabar Nikita Mau Urus Anak Lolly, Jika Tidak Lakukan Aborsi
“Aksi genosida di Palestina ini sudah hampir setahun tapi sampai saat ini belum berakhir juga. Dan kemarin Israel kembali menyerang zona aman Palestina, ini suatu tindakan yang jelas pelanggaran, kejahatan dan kedzholiman,” kata Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan, dalam keterangannya, Sabtu (14/9/2024).
Himawan pun menghimbau masyarakat untuk terus menyerukan gerakan peduli Palestina.
Mantan aktivis HMI ini menjelaskan ikhtiar tersebut harus terus ditunjukkan oleh umat muslim Indonesia dengan melakukan aksi damai dan terus boikot produk terafiliasi Israel.
“Kami menghimbau masyarakat karena masyarakat tidak lupa dengan kejahatan genosida Israel di Palestina. Para korban di Gaza setiap harinya masih merasakan pilu, kesakitan dan kesulitan,” jelasnya.
Baca Juga: Senasib dengan Selingkuhannya, PNS Mojokerto Digerebek Suami Akhirnya Juga Dipecat Bupati
“Untuk itu kami mengingatkan kembali kepada umat Muslim bahwa genosida yang dilakukan Israel ke Palestina belum juga berakhir,” ujarnya.
“Hal yang paling mudah untuk mendukung Palestina adalah dengan boikot produk pro Israel. Terlebih, saat ini MUI telah menetapkan 5 kriteria produk afiliasi Israel, jadi umat tidak jangan ragu lagi,” ujarnya lagi.
Himawan mengaku YKMI akan segera melakukan konsolidasi dengan segenap kekuatan pendukung perjuangan Palestina di Indonesia.
Tujuannya untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas metode gerakan perjuangan pembelaan Palestina yang dilakukan selama ini, jelang satu tahun agresi pendudukan Israel di Gaza.
Salah satunya dengan mengukur efektifitas aksi boikot produk terafiliasi Israel yang dianggap berhasil oleh banyak kalangan di Indonesia.
“Kami mengajak seluruh organisasi, aktivis dan masyarakat untuk berpegangan tangan memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagaimana penjelasan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegas Himawan.***




