POJOKSATU.id, MEDAN - Kasus meninggalnya seorang siswa SD kelas 1 bernama Ibrahim alias Baim (8) karena diduga dibully oleh kakak kelasnya, menjadi perhatian Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Menurutnya, aksi pembullyan tersebut terjadi di lluar sekolah.
"Saya dapat info dapat laporan, pertama bullying ini bukan terjadi di lingkungan sekolah, jadi tolong isunya bukan di lingkungan sekolah, tapi di sekitar rumah (korban)," ujar Bobby saat diwawancarai wartawan di DPRD Kota Medan, Senin (3/7/2023).
Wali Kota Medan tersebut mengatakan, bahwa pelaku perundungan merupakan tetangga korban.
BACA JUGA: HUT ke-433 Kota Medan, Wali Kota Bobby Nasution Harapkan Polisi Tindak Tegas Begal dan Geng Motor
"Jadi (pelakunya) teman-teman dari tetangganya, kita bilang
atau komplek sekitar rumahnya," ujarnya
Bobby juga menyayangkan mengapa peristiwa ini bisa terjadi, harusnya dunia anak bermain dan belajar bukan melakukan perbuatan kriminal.
"Ini harus kita kurangi kadang-kadang anak kita hanya meniru bukan ada maksud, bukan ada keinginan untuk melukai tapi ini hanya meniru oleh karena itu kegiatan yang mencontohkan kurang baik seperti tadi saya sampaikan begal geng motor, ini bukan kita tekan, tapi kita hilangkan," tandasnya.
BACA JUGA: Tahun 2022, Pemko Medan Berhasil Tekan Pengangguran Terbuka Menjadi 8,89 Persen
Sementara itu terkait pengembangan kasus in, polisi masih mendalaminya sejumlah saksi telah diperiksa. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Keterangan para saksi sudah kita ambil, kami sudah olah TKP, kita sudah di tahap mengumpulkan bukti-bukti yang ada pada kejadian itu, nanti hasilnya akan kita beritahu," ujar Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir, Minggu (3/7/2023). (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Pengemudi Mobil Avanza Sebagai Tersangka Kasus Kecelakaan Penemuan Mayat di Parit Jalan AH Nasution Medan


.webp)

