POJOKSATU.id - Abdul Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal dengan panggilan Cak Imin, baru-baru ini memenuhi undangan Presiden terpilih Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin (14/10/2024).

Pertemuan tersebut menarik perhatian publik, terutama karena Cak Imin merupakan mantan rival Prabowo dalam Pilpres 2024.

Kehadirannya bersama sejumlah elite politik lain menjadi sorotan. Saat ditemui, Cak Imin menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan untuk menjalin kerja sama guna mensukseskan pemerintahan lima tahun ke depan.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Iftitah Sulaiman Suryanagara, Dipersiapkan Jadi Menteri Transmigrasi dan Percepatan Pembangunan Indonesia Timur

"Seperti yang beliau sampaikan berkali-kali di acara PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), beliau akan mengajak semuanya untuk bersama-sama sukseskan pemerintahan 5 tahun yang akan datang," ujarnya.

Cak Imin, yang merupakan keponakan dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)—pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan mantan Presiden ke-5 Indonesia—memiliki peran besar dalam perpolitikan tanah air.

Ia lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 September 1966, dari pasangan Muhammad Iskandar, seorang pengajar di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif, dan Muhassonah.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Sosok Arifatul Choiri Fauzi, Srikandi NU yang Jadi Menteri Pemberdayaan Perempuan

Muhaimin menyelesaikan pendidikan dasar di SD Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang pada 1979, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Jombang dan lulus pada 1982.

Setelah itu, ia berpindah ke Yogyakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta dan lulus pada 1985. Ia kemudian menempuh studi sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga lulus pada 1991.

Selain itu, ia juga melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dan menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Airlangga pada 2018.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Muhammad Herindra Sosok Transisi Dari Jokowi ke Prabowo, Dipastikan Menjadi Kepala BIN

Cak Imin telah lama aktif di dunia politik. Ia mulai meniti karier dengan mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama para senior NU, di mana ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB periode 1992-2002.

Setelahnya, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dan menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004, salah satu pimpinan termuda saat itu. Pada 2002, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidziah DPP PKB hingga 2007, dan pada tahun yang sama menjabat sebagai Sekjen DPP PKB periode 2004-2005.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Rachmat Pambudy Pernah Masuk Bursa Menteri, Baru Jadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas

Karier politiknya terus menanjak hingga ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) periode 2009-2014.

Sebagai Menakertrans, Muhaimin memperjuangkan sejumlah isu ketenagakerjaan, seperti memperjelas konsep outsourcing yang dianggap kabur serta memperjuangkan nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami kekerasan di luar negeri.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Menakertrans, ia kembali dipercaya memimpin PKB sebagai Ketua Umum untuk dua periode berturut-turut, 2014-2019 dan 2019-2024. Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Sosok Donny Ermawan, Fixed Melanjutkan Prabowo, Penerbang Tempur Ini Ditunjuk Jadi Menteri Pertahanan

Pada 2 September 2023, Cak Imin bersama Anies Baswedan secara resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2024.

Deklarasi tersebut didukung oleh sejumlah partai, termasuk Partai Nasional Demokrat (Nasdem), PKB, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat. Visi pasangan ini adalah "Indonesia Adil Makmur untuk Semua," dengan misi yang mencakup penguatan ketahanan pangan, energi, dan air, penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, serta penegakan hukum dan HAM.

Baca Juga: Wajah Baru menteri, Agus Andrianto, Pernah Menangani Kasus Ahok dan Ferdy Sambo, Kini Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Kini, Abdul Muhaimin Iskandar telah dipilih untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Investasi dalam kabinet Prabowo yang akan datang.

Sebagai Menko Maritim dan Investasi, ia diharapkan mampu mengembangkan sektor maritim serta menarik lebih banyak investasi ke Indonesia. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.