POJOKSATU.id– Nama Dwi Tias mendadak menjadi perbincangan hangat setelah pernyataannya soal kewarganegaraan anaknya viral di media sosial.
Kalimat “Cukup saya aja yang jadi WNI, anak saya nggak usah” ramai menuai reaksi keras.
Termasuk dari Mahfud MD yang menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap Indonesia.
Baca Juga: 8.000 Personel TNI ke Gaza Disorot, DPR Tekankan Penugasan di Zona Netral dan Bukan untuk Bertempur
Dalam Podcastnya Terus Terang di Youtube Mahfud MD Offcial, Mahfud mengaku terkejut sekaligus tersinggung ketika pertama kali mendengar pernyataan itu.
Ia tidak menutupi emosinya. “Mbak Tias, saya marah pada Anda menghina republik ini,” ujar Mahfud dengan nada tegas.
Ia menyebut ucapan tersebut melukai rasa kebangsaan banyak rakyat yang merasa Indonesia tidak pantas diperlakukan demikian.
Baca Juga: Gaspol Awal 2026, Bank Mandiri Bukukan Laba Rp4,65 Triliun dan Kredit Tembus Rp1.511 Triliun
Mahfud menilai, meski setiap orang bebas berpendapat.
Membawa-bawa status WNI hingga menyatakan enggan menjadikan anak sendiri sebagai warga negara Indonesia adalah pernyataan yang berlebihan.
Ia menggambarkan ucapan itu sebagai sesuatu yang “menyakitkan bagi kita” karena seolah-olah Indonesia tidak layak dicintai atau dihargai.
Baca Juga: 8.000 Personel TNI ke Gaza Disorot, DPR Tekankan Penugasan di Zona Netral dan Bukan untuk Bertempur
Menurut Mahfud, pernyataan Dwi Tias juga kontradiktif dengan rekam jejaknya yang sering menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia di media sosialnya.
“Postingan-postingannya bagus-bagus kok untuk Indonesia. Kecintaannya tinggi,” kata Mahfud.
Karena itu, ia menganggap ucapan yang viral itu muncul dalam kondisi emosional yang tidak terkontrol.
Meski demikian, Mahfud tetap menegaskan bahwa tindakan pemerintah terhadap Dwi Tias adalah keputusan yang sah.
Ia bahkan menyatakan setuju jika ada sanksi administratif, terutama terkait beasiswa dan kewajiban masa pengabdian keluarga yang bersangkutan.
Baca Juga: 8.000 Personel TNI ke Gaza Disorot, DPR Tekankan Penugasan di Zona Netral dan Bukan untuk Bertempur
“Cabut beasiswanya, suruh ganti, saya setuju,” ujar Mahfud.
Situasi ini menempatkan Dwi Tias dalam sorotan publik. Banyak yang mengecam, banyak pula yang mempertanyakan latar belakang ucapan tersebut.
Namun bagi Mahfud, garis besarnya satu Indonesia tidak layak dihina. “Cintailah negeri ini,” tutupnya.***


.webp)

