POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan fenomena dua bocah SD asal Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Yang mana, kedua bocah wanita tersebut viral di media sosial usai mengaku didatangi aparat kepolisian.

Bukan tanpa sebab, kedatangan polisi itu tidak lain diduga terkait konten sensitif yang diunggah oleh dua bocah SD tersebut.

Baca Juga: 4 Guru ASN di Bantul Terancam Dikenakan Sanksi Berat Usai Tersandung Kasus Pelecehan Hingga Perceraian

Seperti diketahui, dua bocah SD ini kerap kali menyinggung pemerintah hingga sindir ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari kanal Youtube milik kedua bocah tersebut dengan nama yapim Nst.

Dalam unggahannya, mereka mengaku bahwa kediamannya sempat didatangi polisi atas perintah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Baca Juga: Penampakan Sekolah Rakyat di Banyuwangi Ditinjau Kemensos dan Kemen PU, Terlihat Mewah dan Bersih

“Waktu itu pertama kali pak polisi datang menjemput untuk menginterogasi kami, katanya atas perintah bapak kapolri,” jelas salah satu bocah.

Perlu diketahui, kedatangan pihak kepolisian ini terjadi usai kedua bocah SD tersebut mengunggah konten sensitif.

Yang mana, dalam konten tersbebut keduanya tampak menyinggung keaslian dokumen berupa ijazah milik Jokowi.

Baca Juga: Penampakan Sekolah Rakyat di Banyuwangi Ditinjau Kemensos dan Kemen PU, Terlihat Mewah dan Bersih

“Kenapa lah kok Pak Jokowi belum mau juga menunjukkan ijazah aslinya ke publik,” ucap salah satu bocah.

“Yah gatau, mungkin Pak Jokowi sengaja mau mengadu domba antara orang yang pro dan kontra kepadanya,” lanjut bocah lainnya.

“Atau bisa jadi memang benar ijazah Pak Jokowi itu palsu, sekarang kita pikir aja secara akal sehat,” imbuhnya.

Baca Juga: Warga Karawang Jadi Korban Penipuan Uang Gaib, Puluhan Juta RaibBaca Juga: Warga Karawang Jadi Korban Penipuan Uang Gaib, Puluhan Juta Raib

Lebih lanjut, kedua bocah SD yang mengunggah konten kontroversial itu juga memberikan klarfikasi.

Yang mana, mereka menuturkan dengan jelas bahwa konten yang dibuat sama sekali tidak ada campur tangan dari guru ataupun orang tua.

Bukan main, kedua bocah wanita itu juga mengungkapkan akan bertanggung jawab atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Baca Juga: 7 ASN di Bantul Yogyakarta Terancam Terkena Sanksi Ringan Hingga Berat, Simak Kronologinya

“Mengenai konten kami itu, itu tidak ada hubungannya dengan bapak atau ibu guru kami,” jelasnya.

“Dan semua itu kami lakukan atas inisiatif kami sendiri, dan andaipun di konten-konten kami ada yang melanggar hukum,” lanjutnya.

“Sebagai warga negara yang baik, kami siap mempertanggungjawabkannya,” imbuh bocah SD dalam konten video. ***