POJOKSATU.ID - Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Pelantikan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, tulis akun Instagram @metrotv, Kamis 5 Februari 2026, seperti dikutip pojoksatu.id.
Baca Juga: Resmi! Presiden Prabowo Tetapkan Cuti Bersama ASN 2026, Ini Daftar Tanggalnya
Pelantikan ini sekaligus menandai perombakan penting di jajaran Kementerian Keuangan.
Kursi Wakil Menteri Keuangan sebelumnya kosong setelah Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui mekanisme rapat musyawarah Komisi XI DPR RI yang digelar pada Senin malam, 27 Januari 2026.
Nama Juda Agung sejatinya telah lama beredar sebagai kandidat kuat pengisi posisi Wamenkeu.
Baca Juga: Dari Riset Moneter hingga IMF, Begini Profil dan Rekam Jejak Juda Agung Sebelum Jadi Wamenkeu
Spekulasi tersebut akhirnya terjawab dengan pelantikan resmi oleh Presiden Prabowo.
Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis mengingat latar belakang dan pengalaman panjang Juda Agung di bidang moneter dan kebijakan ekonomi nasional.
Sebelum dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Baca Juga: Purbaya Bikin Heboh Lagi, Kini Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Sesuai Janji, Tapi Sebut ‘Lumayan Lah’!
Ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut sejak 13 Januari 2026.
Pengunduran diri itu disebut sebagai bagian dari persiapan untuk mengemban tugas baru di pemerintahan.
Juda Agung sebelumnya diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021.
Ia kemudian resmi dilantik pada 6 Januari 2022.Selama menjabat di BI, Juda dikenal aktif dalam perumusan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Masuknya Juda Agung ke Kementerian Keuangan diharapkan dapat memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Baca Juga: Beasiswa UNHAN RI 2026 Dibuka, Lulusan SMA Bisa Kuliah Gratis dengan Asrama dan Uang Saku
Pengalaman teknokratiknya di Bank Indonesia menjadi modal penting dalam mendampingi Menteri Keuangan menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang kian kompleks.
Sementara itu, Thomas Djiwandono yang digantikan Juda Agung kini menempati posisi strategis di Bank Indonesia sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031.
Perpindahan Thomas ke BI juga dinilai sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan institusi keuangan negara, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Waspada! Link Pemutakhiran Data Dapodik via Bitly dan TinyURL Ternyata Hoaks
Pelantikan Juda Agung sebagai Wamenkeu mempertegas arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang mengedepankan figur berpengalaman dan berlatar belakang teknokratis di sektor ekonomi.
Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global.
Dengan formasi baru ini, publik menaruh harapan besar pada Kementerian Keuangan agar mampu menjaga stabilitas keuangan negara, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.



