POJOKSATU.id – Relawan Gerakan Anak Negeri langsung memberikan bantuan medis kepada pengungsi bencana di Tapanuli Selatan, Rabu 3 November 2025.

Kali ini, tim medis fokus memberikan pelayanan kesehatan di posko utama, di kantor Kecamatan Batang Toru yang menjadi pusat pengungsian warga Desa Garoga dan Huta Godang.

Selain itu, tim medis juga menjangkau posko-posko terpencil seperti Dusun Sukamaju (Benteng), Dusun Pulolubang, dan Dusun Tamansari di Desa Hapesong Baru.

Untuk mencapai dusun-dusun tersebut tidak mudah lantaran terletak di area perkebunan yang sulit diakses.

Baca Juga: Krisis Pangan di Aceh Tamiang, 10 Kecamatan Masih Terisolir, Bantuan Pangan dan Logistik Belum Sampai

Di lokasi-lokasi tersebut, tim medis menemukan banyak warga yang menderita berbagai penyakit.

"Mulai dari meriang, batuk, pilek, hingga masalah kulit seperti dermatitis atau gatal-gatal akibat minimnya akses air bersih," ungkap dr. Budi.

Di posko kecamatan, penyakit yang paling banyak diderita adalah batuk, pilek, gatal, dan diare.

Kondisi ini diperparah kurangnya air bersih untuk kebutuhan primer warga.

Baca Juga: Bantuan 50 Ton untuk Aceh Disorot, Netizen Heboh Pertanyakan Stiker Bergambar Presiden

Sehingga memaksa warga buang air besar di sungai, itu pun jika tidak hujan dan hanya bisa dilakukan pada siang hari.

"Masalah lainnya adalah WC di posko kecamatan yang mampet menyebabkan penumpukan kotoran dan memicu timbulnya penyakit baru," jelas dia.

Krisis air bersih juga sangat dirasakan di Dusun Sukamaju, Pulolubang, dan Tamansari.

Di sana, warga tidak memiliki air bersih yang cukup untuk mandi dan mencuci.

Sehingga mereka hanya mengandalkan aliran air sungai dadakan yang melintasi pemukiman mereka.

Disinggung soal ketersediaan obat, dr. Budi memperkirakan bahwa persediaan obat-obatan yang ada hanya cukup untuk tiga hari ke depan.

Bahkan, beberapa jenis obat sudah mulai habis.

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.

Baca Juga: Bupati Aceh Utara Menangis Angkat Tangan, Resmi Tak Sanggup Atasi Banjir, Pemerintah Pusat Lambat

Hari ini, tim medis Gerakan Anak Negeri dan Pemkab Bogor memberikan layanan kesehatan kepada sekitar 200 orang di empat posko.

Mereka berharap bantuan ini dapat meringankan penderitaan para korban bencana di Batang Toru, yang saat ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan.

Gerakan Anak Negeri berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Baca Juga: Proses Pencarian Korban Bencana Alam Terus Dilakukan di Tapanuli Selatan, Polisi Libatkan Anjing Pelacak untuk Mencari Korban Hilang

Gerakan Anak Negeri telah berpengalaman terjun dalam penanganan berbagai bencana nasional.

Mulai dari Tsunami Aceh, Nias, Sinabung, Merapi, Bantul, Pangandaran, Palu, Ambon, Semeru, hingga Cianjur.***