POJOKSATU.id - Sosok Waliyin peaku mutulasi mahasiswa UMY Redho tri Agustian ternyata sangat misterius.
Bahkan tetangga yang tinggal tepat di sebelah kamar kos saja baru tahu bahwa namanya adalah waliyin.
Padahal ia sudah nge-kos di tempat itu selama hampir 1 tahun. Tepatnya sejak Agustus 2022 lalu.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Picu Kedatangan Pemain Top ke Liga Arab Saudi, Lah Messi Malah Pilih MLS
Pelaku mutilasi Sleman itu tinggal di sebuah tempat kos di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman, DIJ.
Akan tetapi sosok pria warga Megelang itu tidak banyak diketahui oleh tetangga dan warga setempat.
Pengakuan itu diungkap Reno, penghuni kamar kos yang tepat bersebelahan dengan kamar yang dihuni Waliyin.
Baca Juga: Jokowi Angkat Ketum Projo Budi Arie jadi Menkominfo, Sekjen PDIP Bersuara Lantang
Reno mengaku, dirinya sangat jarang bertemu dengan pelaku sejak tinggal di tempat kos tersebut.
Sepengetahuannya, pelaku sangat sibuk bekerja.
Kalaupun bertemu dirinya hanya sekedar saling bertegus sapa saja.
Baca Juga: Mahasiswa Luwu Tolak PT Antam Kelola Lahan Eks INCO, Ini Alasannya
Kesehariannya pun berangkat kerja di pagi hari, dan pulang kerja saat malam hari dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Para tetangga mengistilahkan, tempat kos itu seperti hanya digunakan untuk istirahat saja.
"Saya juga baru tahu kalau namanya Waliyin setelah kasus mutilasi ini ramai, ditangkap polisi," ungkap Reno, Senin 17 Juli 2023.
Baca Juga: Baru Dua Bulan Menikah, Della Puspita dan Suaminya Bercerai, Ungkap Ancaman Umbar Aib di Medsos
Reno juga mengungkap bahwa Waliyin bisa disebut sosok yang cukup tertutup.
Sepengetahuannya, selama menyewa kamar tempat di kamar yang ia tempati, pelaku hidup seorang diri.
Selama ini dia juga tidak pernah mendapati Waliyin melakukan hal yang aneh atau mencurigakan.
Baca Juga: Ditandatangani Gubernur dan DPRD Sumut, Ranperda P-APBD 2023 Diproyeksikan Rp 14,375 Trilliun
Apalagi dirinya juga sangat jarang sekali bertemu dan melihat pelaku mutilasi mahasiswa UMY asal Pangkalpinang itu.
Tapi setiap bertemu atau melihat, Waliyin selalu menunjukkan hal yang baik-baik saja.
Waliyin juga disebut Reno tidak seperti penghuni kamar kos lainnya yang kerap duduk di teras kos ketika pulang kerja atau saat libur.
Baca Juga: Budyanto Jauhari KDRT Tangsel Awalnya Dilepas Polisi, Sekarang Menghilang Buron dan DPO
Padahal di setiap depan kamar kos itu terdapat kursi atau tempat yang bisa digunakan untuk sekedar nongkrong.
Apalagi di kamar kos Waliyin terdapat pohon ceri yang cukup rindang dan sejuk.
"Duduk-duduk di sini (depan kos) saja enggak pernah," ungkap Reno.
Ekskusi Bukan di Kos
Reno juga mengungkap keyakinannya bahwa eksekusi pembunuhan dan mutilasi itu tidak dilakukan di tempat kos tersebut.
Baca Juga: Muncul Isu Jaksa Agung akan Mundur karena Kasus Korupsi BTS 4G, Malah Syukuran
"Pendapat aku, eksekusinya enggak di sini (kos Waliyin)," ungkap Reno, dikutip Pojoksatu.id dari Radar Jogja.
Sebaliknya, dia meyakini bahwa perbuatan keji dan sadis itu dilakukan di tempat lain.
Pasalnya, sebelum terjadi penangkapan dan Waliyin masih tinggal di kos-nya, Reno sama sekali tidak mendengar suara yang aneh atau mencurigakan.
Baca Juga: Gak Patheken
Demikian pula saat ramai penemuan potongan tubuh korban mutilasi di Dusun Kelor, Desa Bangunrejo, Kecamatan Turi, Sleman itu.
"Karena memang tidak ada suara apapun," bebernya.
Reno menerangkan, kamar yang ia huni tepat bersebelahan dengan kamar yang dihuni Waliyin.
Baca Juga: Menkominfo Strategis Jelang Pilpres 2024, Jokowi Pertegas Sinyal Dukung Prabowo
Karena itu dirinya bisa mendengar suara dari dalam kamar Waliyin melalui kamarnya.
"Soalnya, kan, bunyi keran air aja kedengaran," bebernya.
Karena itu, jika memang eksekusi dilakukan di kamar kos tersebut, dirinya pasti mendengar suara gaduh.
Baca Juga: Lengkap! Daftar Jabatan PPPK 2023 Serta Gaji dan Tunjangan, Ada yang Dapat Rp 6,7 Juta Sebulan
Apalagi korban juga dipastikan akan melakukan perlawanan, setidaknya teriakan atau semacamanya.
"Jika eksekusi di sini pasti, kan, ada teriakan (korban). Pasti ada perlawanannya," jelas Reno.
Bawa Pulang Cowok
Fakta lain yang diungkap Reno adalah, dirinya sama sekali tidak pernah melihat Waliyin bergaul dengan perempuan.
Baca Juga: Jadwal Korea Open 2023 Hari Ini: Bakri Lawan Wakil Tuan Rumah
Dia juga mengaku tidak pernah menemui sosok misterius itu kedatangan tamu teman perempuan.
Sebaliknya, dirinya sudah beberapa kali melihat langsung Waliyin pulang membawa cowok.
Akan tetapi Reno juga sama sekali tidak mengenal teman laki-laki yang dibawa pulang ke tempat kos oleh pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu.
Baca Juga: Tunjuk Budi Arie Jadi Menkominfo, Jokowi Beri Sinyal Menentang Megawati, PDIP dan Nasdem
"Sering (menginap). Teman cowok," bebernya.
Meski demikian, baik dirinya maupun tetangga kos lainnya sama sekali tidak pernah menaruh curiga.
Menurutnya, karena teman yang diajaknya seorang laki-laki sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di tetangga sekitar.
Baca Juga: Keberanian Anggota TNI Cabut Baliho Ganjar di Muara Teweh Kalteng Diapresiasi Anggota DPR
Kecuali, jika yang diajak ke kosnya adalah lawan jenis, baru mengundang perhatian warga sekitar.
"Tetangga ya biasa-biasa aja. Kan, tidak ada unsur kecurigaan yang lain. Enggak ada," kata dia.
Sampai saat ini, polisi belum mengungkap motif mutilasi Redho Tri Agustian yang salah satu pelakunya adalah Waliyin.***


.webp)

