POJOKSATU.ID - Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan operasional yang telah disepakati.

Hal ini menjadi poin krusial yang dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengingatkan dengan tegas agar seluruh aspek layanan berjalan sesuai dengan standar yang baku.

Secara khusus, sorotan diberikan kepada kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebagai ujung tombak pelaksana program di masyarakat.

Baca Juga: Optimalisasi Dana MBG Melalui Penataan Layanan di Wilayah Terluar dan Kelompok Rentan

Pemerintah menyatakan bahwa isu mengenai kepemilikan satuan pelayanan tersebut bukanlah hal yang utama untuk diperdebatkan.

Fokus paling mendasar yang tidak boleh ditawar adalah kepatuhan penuh terhadap standar operasional prosedur yang berlaku.

Siapa pun pengelolanya, mereka dilarang keras melanggar aturan main yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Upaya penataan menyeluruh ini sengaja dikebut agar sistem pelayanan dapat berjalan secepat-cepatnya dengan kualitas yang terjaga.

Baca Juga: Pemerintah Lakukan Penataan Menyeluruh demi Akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis MBG

Selain membahas masalah kepatuhan SOP, rapat tersebut juga melahirkan keputusan untuk mempercepat pelayanan di area terluar Indonesia.

Daerah yang masuk dalam kategori terdepan, terluar, dan tertinggal akan menjadi prioritas utama dalamasan distribusi berikutnya.

Berdasarkan laporan berkala, program ini juga sukses meningkatkan jangkauan asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita secara signifikan.

Sinergi yang kuat antarlembaga terlihat jelas dengan hadirnya Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam rapat tersebut.

Kehadiran para pejabat ini memastikan bahwa proses pengawasan dan perbaikan kualitas program akan dilakukan secara konsisten setiap hari.

Melalui pengawasan harian yang ketat ini, pemerintah berharap penggunaan anggaran menjadi jauh lebih efisien dan tepat sasaran.***