POJOKSATU.ID - Gelombang kontroversi yang menerpa salah satu peserta ajang Clash of Champions Season 3 garapan Ruangguru semakin bergulir panas dengan bermunculannya berbagai konsumsi publik baru di internet.
Sorotan utama masyarakat hari ini tertuju pada keaslian dan isi dari sejumlah tangkapan layar yang dibagikan oleh sebuah akun whistleblower di platform X dengan nama pengguna @cinnamonaww.
Melalui unggahan berantainya, akun tersebut secara berani membeberkan lembar demi lembar bukti digital yang diklaim sebagai kronologi awal mula mencuatnya dugaan kasus sensitif ini.
Di dalam gambar yang diunggah, terlihat jelas potongan pesan singkat dari aplikasi obrolan yang memuat penuturan langsung dari seseorang mengenai riwayat masa lalu sang kontestan.
Baca Juga: Bongkar Latar Belakang Kontestan, Utas Viral di Platform X Clash of Champions Season 3
Pemilik akun menegaskan di awal utas bahwa seluruh berkas gambar yang ia tunjukkan murni merupakan kumpulan kesaksian nyata yang berhasil ia himpun dari pihak-pihak terkait.
Ia juga membuka ruang komunikasi melalui pesan langsung bagi siapa saja yang ingin menyertakan dokumen pembuktian tambahan agar kasus ini bisa diusut secara tuntas dan adil.
Jika ditarik garis mundurnya, awal mula terbukanya tabir persoalan ini terjadi ketika sang pengunggah membalas sebuah komentar di aplikasi Tiktok mengenai figur publik yang bersangkutan.
Respon spontan di kolom komentar tersebut rupanya menjadi pemantik bagi korban atau pihak yang mengetahui kejadian asli untuk mengirimkan pesan rahasia secara sukarela.
Baca Juga: Isu Miring Menimpa Clash of Champions Season 3, Dugaan Kasus Kontestan Picu Kekecewaan Netizen
Salah satu tangkapan layar yang paling menyita perhatian publik adalah bukti status kemahasiswaan sang kontestan yang diyakini telah dinonaktifkan oleh pihak perguruan tingginya sendiri.
Gambar digital lain juga memperlihatkan adanya indikasi kepanikan dari oknum terkait yang kedapatan menghapus komentar kritik dari netizen satu per satu di media sosial demi melindungi reputasi personal.
Kemunculan dokumen grafis yang runtut ini seketika membuat asumsi liar di kalangan masyarakat internet berkembang menjadi sebuah desakan investigasi yang nyata.
Netizen menganggap bahwa lampiran bukti percakapan teks tersebut sudah cukup kuat untuk menjadi dasar bagi pihak manajemen melakukan penelusuran internal secara objektif.
Kendati demikian, keabsahan hukum dari setiap lembar tangkapan layar tersebut tentu masih memerlukan verifikasi ahli forensik digital dan konfirmasi dari instansi berwenang.
Hingga hari ini, perdebatan mengenai keaslian isi pesan di dalam tangkapan layar tersebut masih terus menduduki tangga topik terpopuler di jagat maya Indonesia.***



.webp)
