POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan film animasi Merah Putih One for All.
Sebab, film animasi karya anak bangsa itu dinilai berkualitas rendah, meski telah gelontorkan Rp6,7 miliar.
Menyikapi cibiran tersebut, Toto Soegriwo selaku produser film animasi Merah Putih One for All justru tidak ambil pusing.
Baca Juga: Mau Jadi Pramuka Hebat dan Tangguh? Kuasai 7 Keterampilan Ini!Baca Juga: Mau Jadi Pramuka Hebat dan Tangguh? Kuasai 7 Keterampilan Ini!
“Senyuman aja. Komentator lebih pandai dari pemain,” ujarnya di akun Instagram @totosoegriwo.
Tidak hanya itu, Toto juga menuturkan bahwa karya film animasinya itu justru mendatangkan manfaat bagi khalayak ramai.
Sebab, berkat Merah Putih One for All, penikmat animasi film ramai disorot usai mengkritisi karyanya.
“Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?,” lanjut Toto di-caption postingan.
Kendati balas dengan senyuman, publik justru menilai bahwa Toto merupakan figur yang keras kepala.
Dikarenakan, produser film animasi Merah Putih One for All tersebut dinilai anti kritik terhadap karyanya.
Baca Juga: FIFGROUP Young Leader 2025 Tawarkan Beasiswa Rp9 Juta untuk 36 Mahasiswa Terbaik, Cek Syaratnya
“Sadar pak, animasi anda buruk dan jelek. Jangan posting lagi ya,” cuit @stalinner di kolom komentar.
“Boomer emang sulit dikasih paham, generasi yang ngerasa si paling benar dalan segala hal,” ketik @lockdorries.
“Adit Sopo Jarwo, Nusa, Battle Of Surabaya, Jumbo. Mereka itu film film Animasi buatan Indonesia yang naikin kualitas perfilman kita pak. Eh malah muncul karya bapak yang jelek banget,” cuitan @fakhriihsani.
Baca Juga: PG-PAUD UMPO Ambil Peran di Kongres APG-PAUD 2025, Dorong Transformasi Pendidikan Anak Usia Dini
Perlu diketahui, film animasi Merah Putih One for All sendiri baru saja digarap pada (6/2025) kemarin.
Yang mana, dengan kurun waktu satu bulan, karya Toto selaku produser dinilai terlalu terburu-buru.
Terlebih, dana yang dianggarkan dalam pembuatan film animasi tersebut disinyalir mencapai Rp6,7 miliar.
Tidak hanya itu, sejumlah aset yang tertera dalam film animasi milik Toto juga disebut bukan hasil keringat sendiri.
Sebab, beberapa aset film animasi Merah Putih One for All diduga merupakan hasil pembelian jadi lewat Daz 3D. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov


.webp)
