POJOKSATU.id, JAKARTA— Bos minyak atau Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal, Riza Chalid, ditetapkan tersangka oleh Kejagung terkait kasus minyak mentah Pertamina.
Penetapan Riza Chalid ini susul anaknya Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) yang lebih dulu ditetapkan tersangka oleh Kejagung akhir Februari 2025 lalu.
Kejagung mengungkap penetapan pengusaha minyak Riza Chalid (MRC) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina-KKKS periode 2018-2023.
Baca Juga: Riza Chalid dan 8 Tersangka Baru Minyak Mentah Pertamina, Ini Daftar Nama Total 18 Orang Tersangka
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar menjelaskan, Riza saat ini belum ditahan, lantaran masih berada di luar negeri.
"Berdasarkan informasi yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri," kata Qohar dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 10 Juli 2025.
Dugaan itu diperkuat karena Riza sudah tiga kali mangkir atau tidak hadir dari panggilan penyidik.
Kata Qohar, penyidik tengah berupaya menghadirkan Riza dengan berkoordinasi perwakilan kejaksaan di Singapura.
"Karena infonya ada di sana (Singapura). Sudah kami tempuh untuk bagaimana kita temukan dan datangkan yang bersangkutan," kata Qohar.
Ada total 18 orang tersangka kasus minyak mentah Pertamina ini hingga Kamis (10/7). Berikut sembilan nama baru yang ditetapkan tersangka pada 10 Juli 2025.
1. Arief Sukmara (AS), Direktur Gas, Petrokimia & Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS)
2. Hasto Wibowo (HW), SVP Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina tahun 2018-2020.
3. Martin Haendra Nata (MH), Business Development Manager PT Trafigura tahun 2019-2021.
4. Indra Putra Harsono (IP), Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi.
5. Mohammad Riza Chalid (MRC), Beneficial Owners PT Tanki Merak dan PT Orbit Terminal Merak.
6. Dwi Sudarsono (DS), VP Product Trading ISC Pertamina tahun 2019-2020
7. Alfian Nasution (AN), VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero) tahun 2011-2015.
8. Hanung Budya Yuktyanta (HB), Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) tahun 2014.
9. Toto Nugroho (TN), VP Intermediate Supply PT Pertamina (Persero) tahun 2017-2018.
Demikian nama 9 tersangka baru yang ditetapkan Kejagung soal kasus minyak mentah Pertamina ini.***


.webp)

