POJOKSATU.id - Sudayono menuding para penghujat Presiden Prabowo Subianto bukan orang tapi robot.
Robot-robot di linimasa digital itu oleh Sudaryono diklaim dikendalikan oleh oligarki.
Nah, para oligarki itulah yang sengaja dikerahkan dengan tujuan menjatuhkan Prabowo sebagai presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, yang diunggah pada Selasa 21 September 2026.
"Ramai di medsos belum tentu suara mayoritas. Di tengah medsos yang semakin ramai, kemampuan membedakan data, opini, akun asli, dan aktivitas otomatis menjadi semakin penting," tulis Sudaryono.
Berdasarkan penelusuran Pojoksatu.id, momen itu terjadi dalam Rakorda DPD Partai Gerindra Jawa Tengah pada 16 September 2026.
Sosok yang juga menjabat sebagai Kepala BGN itu memulai pidatonya dengan fenomena yang terjadi hari ini.
Dimana saat ini seluruh rakyat Indonesia membahas berbagai topik yang sebagian besar kemudian diunggah di media sosial.
Dari media sosial tersebut, rakyat bisa membuat tulisan, video dan berbagai ragam konten lainnya.
"Fine, itu OK," ucap Sudaryono.
Akan tetapi Sudaryono menuduh bahwa gerak di linimasa media sosial itu ditentukan oleh sebuah desain yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu.
"Sekarang ini mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang (robot). Sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang ini," kata dia.
Robot atau akun-akun bot itu kemudian bergerak sedemikian rupa dan mengendalikan topik pembahasan di tengah masyarakat.
"Hari ini mau ramein apa, itu kemudian yang bukan orang, yang namanya robot ini, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan," klaim dia.
Mantan ajudan dan asisten pribadi Prabowo itu lantas menuding bahwa robot-robot tersebut sengaja digerakkan untuk memunculkan sentimen negatif terhadap Prabowo.
"Jadi Pak Prabowo dihujat. Itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena rame, dia ikut menghujat," kata Sudaryono.
Baca Juga: Bukan Prabowo atau Sudaryono, Gibran Langsung Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG
Sudaryono lantas membandingkan hujatan kepada Prabowo itu dengan pengangkatan guru honorer yang diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dimana kebijakan positif pemerintah era Prabowo itu malah tidak jadi pembahasan yang ramai di media sosial.
"Tapi orang tuh enggak bahas, misalnya guru honorer tahun ini diangkat jadi PPPK, PPPK Paruh Waktu dijadikan penuh waktu, yang penuh waktu dipertimbangkan jadi ASN, tidak rame," ujarnya.
Ada Kata yang Disensor
Yang patut dipertanyakan adalah, video yang diunggah Sudaryono tersebut tidak hanya berisi pernyataan soal robot.
Baca Juga: Polemik MBG Makin Runyam, P2G Desak Sudaryono Mundur hingga Program Dihentikan
Dalam video itu juga terdapat bagian kata atau ucapan yang disensor.
Nah, di sinilah netizen punya pekerjaan tambahan. Bukan cuma mendengar isi pernyataannya.
Tetapi juga menebak-nebak: kata apa yang sampai harus disensor?
Berdasarkan pengamatan Pojoksatu.id, ada dua kali mommen "beeeppp" itu muncul.
Tepatnya ketika Surayono mengatakan: "Jangan sampai kita ini kalah.... (beepp suara disensor) yang mengendalikan robot-robot itu."
Dan pada kalimat: Pak Prabowo tidak takut siapapun, tidak takut sama asing, tidak takut sama....(beepp suara disensor lagi), tidak takut sama oligarki."
Ini yang membuat video politik zaman sekarang kadang lebih mirip kuis.
Bukan: "Siapa dalangnya?"
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Dibentak Ibu-ibu di Berastagi, Racun Apa yang Kalian Kasih Sama Anak Kami
Tetapi: "Apa kata yang di-beepp?"
Persoalannya, tanpa audio asli yang tidak disensor atau keterangan resmi dari pihak Sudaryono, kata yang tertutup sensor tersebut tidak bisa dipastikan.
Jadi jangan sampai bagian yang sengaja di-beepp itu kemudian diisi sendiri atau diedit sendiri.
Apalagi kalau sampai diisi dengan suara robot.
Baca Juga: Hadir di Puncak 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Terima Hadiah Istimewa Mushaf dan Buku Sejarah!
Bisa kemana-mana nanti isunya.
Oiya, andai klaim Sudaryono yang menuding pengkritik Prabowo itu robot ada datanya, rasanya akan semakin keren.
Betul nggak?***




