POJOKSATU.ID – Inilah sosok Grace Octaviani Hartono (31) ibu kandung dua balita yang jadi korban penganiayaan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).
Seperti diketahui, nama Grace Octaviani Hartono belum lama ini juga ikut disorot publik usai kedua anaknya menjadi korban tindak pidana.
Yang mana, anak dari ibu kandung korban ini diketahui telah dianiaya oleh Eka Chandra Wijaya (29).
Tidak lain, Eka Chandra Wijaya merupakan pacar Grace Octaviani Hartono selaku orang tua dari para korban.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @bacottetangga pada Kamis (10/4/2025).
Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti sosok Grace lantaran disangka terlibat dalam perkara tersebut.
Baca Juga: Menembus Macet dengan Aman: Etika dan Teknik Berkendara di Tengah Kepadatan Jalan
Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan dirinya tinggal bersama dengan pelaku di sebuah kos-kosan.
Terlebih, Eka diketahui melakukan penganiayaan terhadap para korban saat tinggal bersama dengan Grace.
“Keduanya layak masuk penjara. Keluar penjara ga boleh deket-deket sama anaknya,” cuit @haqqiyu.
Baca Juga: Tampang Eka Chandra Wijaya, Pelaku Penganiayaan Dua Bocah Balita Hingga Lebam di Kamar Kos Jakut
“Ibu korban harus mendapat hukuman lebih berat, dia membiarkan anaknya disiksa,” ketik akun @Must_r77.
“Ibunya penjarain juga dong, penelantaran anak. Gue yakin ibunya terlibat juga, ya kali anak sekecil itu dititipin ke org asing,” cuitan @callmeelleanore.
Kendati demikian, yang menjadi korban tindak pidana ini ternyata tidak hanya dua bocah balita itu saja.
Berdasarkan informasi dihimpun, Grace selaku pacar pelaku disebut juga menjadi korban penganiayaan.
Diketahui, kasus ini terkuak usai pihak kepolisian menerima laporan dari warga setempat terkait insiden tersebut.
Yang mana, para warga melaporkan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana di sebuah kamar kos kawasan Teluk Gong, Penjaringan, Jakut.
Baca Juga: Dari Sidoarjo ke Dunia: Kisah Sukses Parfum Lokal Tembus Pasar Ekspor Berkat Pemberdayaan BRI
Berdasarkan informasi dihimpun, dugaan itu diketahui oleh para warga usai mendengar suara tangisan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Curiga dengan hal tersebut, para warga sontak melakukan investigasi di dalam kamar kos untuk mengetahui apa yang telah terjadi.
“Warga sekitar yang mendengar suara tangisan dari dalam rumah merasa curiga dan akhirnya membuka paksa pintu kamar tersebut,” jelasnya yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.
Bukan main, mereka yang masuk ke dalam kamar tersebut sontak dikejutkan dengan kondisi dua bocah balita.
Yang mana, kedua korban itu tampak jelas membutuhkan perawatan medis lantaran memiliki sekujur luka lebam.
Oleh karena itu, pihak kepolisian sontak menindaklanjuti kasus tindak penganiayaan dua bocah balita tersebut.
Hingga kini, pelaku diketahui telah diamankan oleh aparat kepolisian tidak lama setelah menerima laporan para warga.

.webp)

