POJOKSATU.ID- Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni tampak marah besar terkait dugaan penistaan agama yang dianutnya dilakukan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Menurut dia, cara Zulhas membercandai rukun salat dan mengaitkannya dengan paslon tertentu di Pilpres 2024 terlalu mencari sensasi.
"Agama lu gimana juga. Carmut amat jadi manusia," tulis Sahroni diakun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88 dikutip Rabu 20 Desember 2023.
Baca Juga: Bantah Jalin Hubungan Terlarang dengan Betrand Peto, Sarwendah Minta Netizen Stop Sebarkan Hoaks
Sahroni menilai, candaan yang dibuat oleh Menteri Perdagangan (Mendag) itu sangat norak dan tidak lucu.
"Norak lu Pak! Gak lucu bercanda lu!," tegasnya.
Untuk diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas diduga telah menistakan agama islam. Awalnya dalam video yang beredar, Zulkifli Hasan menyinggung tata cara salat atau kaifiah salat maghrib.
Baca Juga: Partai Gelora Mengumumkan 48 Nama Caleg DPRD Kota Depok pada Pemilu 2024
Menteri Perdagangan menyebut di musim kampanye ini sudah banyak orang yang berdiam alias tak menyebut amiin saat menggelar salat berjamaah.
Bahkan dalam video yang sudah viral di media sosial, Zulhas seakan membuat lelucon tentang salat yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024.
Ini disampaiakan Zulhas dipidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023.
Baca Juga: RUU ASN 2023, Tranformasi Skema Baru Gaji PNS dan PPPK Tahun 2023
"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waladdolin. Ada yang diam sekarang pak," kata Zulhas dikutip, Rabu (20/12/2023).
Menurut Zulhas, kejadian diamnya para makmum itu hampir terjadi di beberapa daerang selama musim kampanye ini.
"Ada yang diam sekarang. Ada pak,” tuturnya.
Baca Juga: Ifa Faizah Dikenal Sebagai Sosok Cerdas dan Visioner
Zulhas kemudian mengait- ngaitkan diamnya para makmum mengucapkan amim saat menggelar salat berjamaah, karena sebagian melaksanakan salat berjamaah tersebut cinta terhadap Prabowo Subianto.
"Ada yang diam lo banyal pak. Saking cintanya sama Pak Prabowo itu," ucapnya.
Tidak sampai di situ, Zulhas juga menyinggung tata cara tasyahud atau tahiyatul akhir yang seyogyanya mengacungkan satu jari telunjuk.
Baca Juga: 10 Make Up Trick Ini Harus Kamu Ketahui, Mendasar Banget untuk Tampil Lebih Fresh dan Glow!
Namun di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari.
"Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” tutur dia disambut tawa hadirin.
Buntut candaan Zulkifli Hasan itu, Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) akan menggelar aksi di depan Mabes Polri sekaligus akan melaporkan Menteri Perdagangan itu terkait dugaan penistaan agama.
Baca Juga: Tips Make Up Ala MUA Idol Kpop yang Super Gampang, Cocok Bagi Pemula yang Ingin Korean Look
Aksi akbar dan pelaporan itu rencananya akan dilayangkan ke Mabes Polri pada Kamis (21/12/2023).
"Adapun Aksi Akbar dan pelaporan akan dilaksanakan pada Kamis (21/12/2023)," kata Ketum DPP Cendekia Muda Muslim Indonesia (DPP CMMI) dalam keterangannya, Anhar Tanjung, Selasa (20/12/2023).
Menurut Anhar, video Zulhas itu telah melukai hati umat islam, karena Zulhas telah menjadikan salat sebagai bahan candaan dan guyonan dalam pidatonya.
Anhar juga menyebut apa yang disampaikan Zulhas dalam pidatonya itu merupakan ranah penistaan agama yang keji.
"Salat sebagai bahan candaan dan guyonan dalam pidato. Ini merupakan penistaan agama yang sangat keji," tegasnya.***



