POJOKSATU.id, JAKARTA—Kasus pembangunan toilet mewah beserta sanitasinya di Kota Batam tengah disorot Direktur Center For Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi.
Biaya pembangunan toilet beserta sanitasinya di beberapa sekolah di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencapai Rp304 juta hingga Rp 554 juta.
Sementara kasus di Bekasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harga alokasi toilet atau jamban hanya sebesar Rp196 juta hingga Rp 198 juta.
Baca Juga: Ops Timah
“Harga alokasi toilet mewah Kota Batam lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bekasi,” kata Direktur Center For Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Senin (1/4/2024).
Waktu kasus toilet mewah di Kabupaten Bekasi terbuka ke publik, langsung disidik oleh KPK.
Dimana anggaran toilet mewah di Kabupaten Bekasi hanya dialokasikan sebesar Rp196 juta hingga Rp198 juta per unit.
“Maka untuk itu, kami dari CBA meminta KPK untuk turun tangan melakukan penyelidikan dan pemanggilan kepada Walikota Batam ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta,” ujarnya.
Dari data yang dimiliki CBA, seperti tahun 2023, pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya di SMPN 16 Batam sebesar Rp554.774.772 dikerjakan oleh CV Mahkota Bintang.
Dan ada juga pada tahun 2023, pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya di SMP BP Tahfidz At Taubah sebesar Rp291.000.698 dikerjakan oleh CV Diva Jaya Mandiri.
Pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya di SMPN 35 Batam sebesar Rp444.444.444 dikerjakan oleh PT Utomo Bangun Pratama.
Baca Juga: Masih Viral, Konten Skibidi Toilet Mengandung Bahaya, Lakukan Pencegahan Ini!
Dan Pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya di SMPN 10 Batam sebesar Rp465.002.999 dikerjakan oleh Nakita Bersatu.
Serta Pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya di SMPN 42 Batam sebesar Rp304.857.119,20 dikerjakan oleh PT Citra Jaya Perkasa.
“Demikian kasus pembangunan toilet mewah di Kota Batam yang harus diselidiki oleh KPK,” tegas Uchok Sky Khadafi.***



