POJOKSATU.id - Seorang pengidap kanker, Nurjanah, membangun jalan di kampungnya menggunakan dana pribadi.
Di tengah perjuangannya melawan kanker stadium 3 dan merawat ibunya sendirian, ia tetap memikirkan lingkungan sekitarnya.
Nurjanah, warga Desa Sokowaten, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, membangun jalan sepanjang sekitar 100 meter menggunakan uang pribadinya.
"Banyak sekali yang menghujat dengan konten-konten saya, tapi saya diam dan membuktikan.
Bukan saya pamer, tapi inilah jalan yang saya bangun menuju rumah saya," kata Nurjanah dalam video TikTok @nurjannahchannel4.
Ia mengaku mendapat tambahan dana untuk pembangunan jalan dari live streaming TikTok.
Penjual Bakso Bangun Jalan
Selain Nurjanah, muncul sosok penjual bakso di Malang, Jawa Timur, yang viral karena membangun jalan desa menggunakan uang pribadinya.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Desa Kutaampel Karawang Diduga tak Sesuai RAB, Kades Bungkam
Dia adalah Suwadi, atau biasa dikenal sebagai Sam Ferry oleh orang-orang dekatnya. Ia merupakan pemilik Bakso Gunung Sam Ferry.
Melansir dari Instagram @baksogunungid, Sam Ferry lahir di Malang pada 19 September 1972.
Ia mulai berjualan bakso sejak lulus SMP pada tahun 1992. Terbaru, Sam Ferry menjadi sorotan setelah rela mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki jalan rusak di desanya.
Kabar ini pertama kali viral melalui unggahan akun TikTok Karang Taruna Tunas Muda.
Dalam video tersebut, warga membagikan proses pembangunan jalan desa yang memakan waktu tujuh tahun.
Ternyata, selama ini pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga dengan dukungan penuh dana dari Sam Ferry, juragan bakso.
Baca Juga: Kiai Muda Ganjar Beri Bantuan PJU, Jalan Desa Grebegan Bojonegoro tak Lagi Gelap
100 Persen Dana Sam Ferry Bakso
"UNTUK DANA 100 persen dari Keluarga SAM FERRY BAKSO GUNUNG BATAM, beliau asli Warga Segelan, dan untuk pembangunan warga setiap hari bergiliran kerja bakti secara kelompok dan mengirim makanan minuman," bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.
Terkait aksi ini, akun TikTok tersebut menyentil pemerintah daerah, terutama kepala desa dan camat setempat.
Menurut warga, pemerintah harusnya merasa malu karena warga sendiri yang turun tangan memperbaiki lingkungan tanpa bantuan dana desa.
"Seharusnya dengan ini Pemerintah setempat merasa malu karena tidak mampu membangun fasum apapun di sini, malah memprioritaskan hiburan hiburan horeg dan lain lainnya," tulis akun TikTok tersebut.
"Mau tag bu lurah ahh, tapi gatau nama TikTok-nya apa," sindir mereka.
Perihal lurah atau kepala desa setempat, warga mengungkapkan bahwa petinggi desa tidak peduli terhadap jalan rusak dan jarang terjun langsung ke lokasi.
"Kasih tulisan : Lurah/kades dan keluarganya tidak boleh lewat jalan ini," tulis salah satu netizen.
Baca Juga: Pemprov Jabar Percepat Perbaikan Jalan Rusak Akibat Bencana di Sukabumi dan Cianjur
"Gak mungkin lewat sini kak, soalnya biasa lewat jalan kota," balas admin karang taruna.
Sejak 2017 Bangun Jalan Desa
Belakangan, sosok tukang bakso yang dimaksud adalah Ferry, warga Dusun Segelan, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Sejak 2017, Ferry telah membangun jalan desa, dan kini sudah lima tahapan pembangunan dilakukan.
Ferry, yang dikenal sebagai bos bakso di Batam, enggan disorot kamera. Ia bercerita bahwa tujuannya hanya untuk memajukan lingkungannya dengan fasilitas umum yang memadai.
"Yang punya inisiatif pastinya Pak Ferry sendiri sebagai donatur utamanya. Pastinya untuk memajukan lingkungan," ujar Nardi, koordinator pembangunan jalan desa di Dusun Segelan.
"Pak Ferry sendiri lahir di Dusun Segelan sini," lanjut Nardi.
"Kalau yang pernah Pak Ferry bercerita, pengin memajukan lingkungannya. Pak Ferry prihatin di tanah kelahirannya sendiri, lingkungannya masih memprihatinkan," sambungnya.
Selain membangun jalan, Ferry juga telah berkontribusi besar untuk kampung halamannya dengan mendirikan masjid, lapangan sepak bola, dan sekolah.
"Pak Ferry pengin lingkungan Segelan pendidikannya lebih bagus. Apalagi yang utama pendidikan utama," tambah Nardi. ***


.webp)

