POJOKSATU.ID – Kasus oknum Brimob yang melakukan penembakan terhadap warga di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, salah seorang warga Fernando Tongkotow (21) dikabarkan telah meninggal dunia usai terlibat dalam kasus tersebut.

Sebab, dirinya ditembak hingga tewas oleh oknum Brimob di kawasan tambang emas ilegal Ratatotok, Minahasa Tenggara.

Baca Juga: Dugaan Pembunuhan Bayi oleh Ayahnya Oknum Polisi di Jawa Tengah: Kronologi dan Fakta yang Terungkap

Usut punya usut, Fernando Tongkotow yang telah meninggal dunia ini disebut sempat baku tembak dengan oknum Brimob Polda Sulut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media manadopost.jawapos.com pada Selasa (11/3/2025).

Dalam artikelnya, antara Fernando dengan oknum Brimob tersebut dikatakan sempat baku tembak di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga: Terungkap! Oknum Brimob yang Tembak Warga di Sulut Ternyata Diduga Penjaga Keamanan Wilayah Tambang Emas Ilegal

“Situasi semakin kacau saat baku tembak terjadi antara petugas yang berjaga dan para pelaku,” jelas dikutip.

Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu warga setempat bernama Hidayat Samaun yang mengaku mengetahui insiden tersebut terjadi.

Hidayat menuturkan bahwa Fernando menjadi korban penembakan lantaran hendak melakukan aksi kriminal.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat PUTRI SALJU, Lembur dan Sensasi Lumer di Mulut, Sajian Manis Selalu Dicari di Hari Lebaran

Sebab, dirinya yang ditemani beberapa rekannya ini turut membawa sajam hingga beberapa bom rakitan.

Tidak lain, peralatan yang dibawa terduga para pelaku ini untuk melancarkan aksi perampokan di wilayah tambang emas ilegal.

“Kejadian ini bermula saat sekelompok orang bersenjata rakitan dan membawa bom rakitan melakukan aksi perampokan di area Alasan, Ratotok,” ucapnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Feyenoord di Liga Champions: Nerazzurri bakal Menang Mudah?

“Ada sekelompok orang yang menyerang lokasi tambang pakai bom rakitan dan senjata rakitan,” lanjutnya yang dikutip dari portal manadopost.jawapos.com.

Namun, upaya perampokan Fernando ini digagalkan oleh para aparat Brimob yang tengah bertugas di wilayah setempat.

Berdasarkan informasi beredar, aparat tersebut diduga bertugas untuk mengamankan wilayah tambang emas ilegal.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Bayern Munchen: Misi Mustahil Tuan Rumah

Tidak heran, aksi perampokan yang dilakukan Fernando dan rekannya ini akan merugikan para oknum berseragam.

Oleh karena itu, oknum Brimob yang melihat aksi perampokan Fernando sontak melancarkan serangan menggunakan senpi.

Akibatnya, Fernando yang hendak melakukan tindak kriminal ini berakhir mengenaskan usai menerima luka tembak di bagian kepalanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian tengah menindaklanjuti kasus tersebut guna mengetahui pasti persitiwa yang sebenarnya terjadi. ***