POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pegiat media sosial, Rocky Gerung, kembali menjadi sorotan atas pernyataannya yang menuding Presiden Jokowi adalah bajingan tolol.

Pernyatan pakar filsafat itu pun menuai beragam komentar baik dari politisi dan juga para tokoh.

Salah satunya datang dari Dewan Pertimbangan Nasional (DPN) Almisbat, Teddy Wibisana.

Teddy mengecam apa yang disampaikan Rocky Gerung itu dinilai telah menciderai demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Sekda Karawang Sepakat Laporkan Kasus Perusakan Pagar DPRD ke Polisi

"Pernyataan dan sikap Rocky menurut saya tidak menunjukan upaya untuk menjaga dan merawat demokrasi," kata Teddy kepada Pojoksatu.id, Senin 31 Juli 2023.

Menurut dia, sebagai anak bangsa, harusnya Rocky Gerung memahami kebebasan demokrasi di Indonesia yang telah di atur oleh undang-undang.

Terlebih merawat kebebasan berkpresi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun, usai Soeharto lengser.

"Kebebasan yang saat ini, merupakan perjuangan panjang melawan kekuasaan soeharto selama 37 tahun, selayaknya dirawat dan dijaga," ujarnya.

Teddy Wibisana yang merupakan relawan Jokowi lantas mengingatkan Rocky Gerung agar menghargai kepala negara.

Baca Juga: Survei LSI Denny JA Head to Head, Prabowo Subianto Libas Ganjar Pranowo, Selisihnya Hanya 10 Persen

Apalagi, lanjutnya, Jokowi menjadi presiden merupakan pemimpin dari mayoritas rakyat yang telah menentukan pilihannya kepada Jokowi.

"Suka atau tidak suka merupakan pemimpin dari mayoritas rakyat yang telah menentukan pilihannya, juga harus dihargai," tegasnya.

"Keresahan kita terhadap Rocky adalah hal yang wajar. Ini mencegah proses pembelahan di masyarakat melalui sentimen apapun," tambahnya lagi.

Sebelumnya video Rocky Gerung viral di media sosial. Dalam video itu, Rocky Gerung menghujat habis-habisan Presiden Jokowi.

Rocky Gerung yang dikenal sebagai pegiat medsos yang kerap mengkritik peda pemerintah, bahkan dengan beberapa kalimat umpatan yang tak layak didengar publik dilontarkan Rocky.

Dalam video itu, dia juga menuding Jokowi ke Cina hanya menawarkan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan.

Bahkan dalam potongan video itu, Rocky Gerung menilai Presiden Jokowi tetap akan tamak bila nantinya tidak menjabat lagi sebagai presiden.

"Kalau gak jadi Presiden nanti dia akan jadi rakyat biasa, tapi ambisi Jokowi akan mempertahankan legasinya,” katanya.

“Dia pergi ke Cina untuk tawarkan IKN. Dia mondar mandir dari satu koalisi ke koalisi lain untuk mencari kejelasan dirinya," kata Rocky Gerung.

"Dia cuma pikirkan nasibnya sendiri, gak memikirkan nasib kita. Itu bajingan yang tolol. Kalau dia bajingan pintar, dia bakal berdebat dengan Jumhur Hidayat," kata Rocky lagi.***