POJOKSATU.id, JAKARTA— Rezim Jokowi dianggap gagal menghentikan laju Anies Baswedan ke Pilpres 2024. Konstetasi diharapkan munculnya poros keempat dengan Airlangga jadi capres.
Semakin mendekati Pilpres 2024, diharapkan muncul poros keempat sebagai kekuatan alternatif di luar keberadaan tiga koalisi yang sudah ada saat ini yakni poros Anies, Ganjar dan Prabowo.
Satu-satunya calon yang digadang untuk calon presidennya adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Namun potensi munculnya poros keempat sebagai alternatif dari keberadaan peta koalisi tiga bakal calon presiden nampaknya sulit terwujud.
Alasan paling utama adalah indepensi partai politik sebagai akibat subordinasi rezim.
Pengamat Politik Universitas Nasional Andi Yusran, Senin (17/7/2023) mengatakan, rezim kekuasaan saat ini yakni Presiden Joko Widodo telah menata koalisi hanya mengerucut ke dua kekuatan koalisi.
Bukan hanya itu, Andi melihat kedua koalisi yang disiapkan adalah hasil desain dari rezim kekuasaan Joko Widodo.
"Namun karena rezim gagal menghentikan Anies dan koalisi perubahan, maka prediksi saya paling maksimal tiga kandidat dari tiga koalisi," jelas Andi.
Sejauh ini peta koalisi mengerucut ke tiga nama yakni Prabowo Subianto yang didukung Gerindra dan PKB, Anies Baswedan akan diusung oleh PKS, Demokrat dan Partai Nasdem dan terakhir Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PPP.
Dari keberadaan tiga koalisi itu, diharapkan muncul poros keempat sebagai kekuatan alternatif.
Satu-satunya calon yang digadang untuk calon presidennya adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Sementara itu Dynamics Survei Indonesia (DSI) memotret preferensi publik terhadap politik nasional menjelang Pemilu 2024.
Salah satunya melihat tingkat elektabilitas tokoh bakal capres dan wapres jika disimulasikan saling berpasangan.
Pimpinan DSI, Tobu Lubis menyampaikan pihaknya melakukan spot check pada 20 persen dari total populasi sampel.
Dari 2.000 sampel yang dapat diidentifikasi yang memenuhi standar penelitian sebanyak 1.980 sampel.
Hasilnya, jika pilpres digelar hari ini maka simulasi pasangan Airlangga Hartarto - Sandiaga Uno mencapai perolehan tingkat elektabilitas tertinggi yang mencapai 23,8 persen.
Lalu pasangan pasangan Ganjar Pranowo - Andika Perkasa 21,2 persen dan pasangan Prabowo Subianto - Erick Thohir 20,7 persen dan pasangan Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono 13,6 persen.
Pengamat politik dan dosen Universitas Dr Sutomo (Unitomo) Surabaya Drs Machmud Suhermono mengatakan, muncuatnya pasangan Airlangga Hartanto dan Sandiagan Uno yang menempati ranking pertama dalam survei DSI, menunjukkan bahwa masyarakat sedang membutuhkan perbaikan ekonomi. (ikror/pojoksatu)


.webp)

