POJOKSATU.id – Pernyataan Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, mendadak jadi bahan perbincangan nasional setelah ia mengungkap alasan di balik aktivitasnya.
Yang masih aktif tampil sebagai MC dan presenter televisi meski kini memegang jabatan publik.
Bukan sekadar soal hobi atau karier masa lalu, Ramzi justru menyebut aktivitas tersebut sebagai salah satu cara dirinya menghindari korupsi.
Baca Juga: Penataan Guru Honorer Tuntas 2026, PPPK Penuh dan Paruh Waktu Jadi Solusi
Pernyataan ini sontak memicu kehebohan.
Pasalnya, jarang sekali ada pejabat yang secara terbuka mengaku bahwa aktivitas hiburan di luar tugas pemerintahan dijadikan “benteng” untuk menjaga integritas.
Namun bagi Ramzi, tampil di layar kaca justru membuat dirinya tetap berada “di jalur aman”.
Baca Juga: Optimalisasi RPM Mesin Kapal Dorong Efisiensi dan Keandalan Armada Maritim Nasional
Ramzi menegaskan bahwa kegiatan menjadi MC, host, hingga tampil di sejumlah program televisi bukanlah bentuk pelanggaran.
Ia mengaku telah berkonsultasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan memastikan tidak ada aturan yang dilanggar.
Menurutnya, aktivitas di TV justru membuat ia tetap produktif tanpa harus mencari penghasilan tambahan dari sumber-sumber yang rawan konflik kepentingan.
"Ya, isu soal saya ini sebenarnya sudah lama saya tunggu, tapi baru sekarang dipertanyakan."
"Yang jelas, semuanya sudah saya pelajari dan tidak ada aturan yang dilanggar," kata Ramzi dikutip pojoksatu.id dari detik.com (22/12/2025).
Baca Juga: Penataan Guru Honorer Tuntas 2026, PPPK Penuh dan Paruh Waktu Jadi Solusi
"Saya juga mengukur diri. Kalau memang sudah capek, saya akan berhenti. Alhamdulillah sejauh ini masih mampu."
"Ini kesempatan saya untuk mengabdi. Doakan saja, mudah-mudahan tidak korupsi," tuturnya.
Tidak Ganggu Tugas Wabup
Baca Juga: Terjawab! Alasan Gaji PPPK Paruh Waktu Tidak Dicantumkan di SK Seperti Full Time
Isu lain yang ramai dibicarakan publik adalah soal prioritas waktu. Banyak yang mempertanyakan.
Bagaimana seorang wakil bupati bisa aktif tampil di televisi hingga tiga kali seminggu.
Menanggapi itu, Ramzi menyebut dirinya sangat selektif dalam menentukan jadwal.
Jika ada pekerjaan pemerintahan yang mendesak atau agenda penting di Cianjur, ia mengaku selalu memprioritaskan tugas sebagai Wabup.
Baca Juga: Optimalisasi RPM Mesin Kapal Dorong Efisiensi dan Keandalan Armada Maritim Nasional
Baginya, posisi publik tetap nomor satu, sementara kegiatan di TV hanya dilakukan ketika waktunya memungkinkan.
Ia juga menekankan bahwa aktivitasnya tidak mengganggu roda pemerintahan karena setiap jadwal televisi disesuaikan sedemikian rupa agar tidak berbenturan.
Baca Juga: Optimalisasi RPM Mesin Kapal Dorong Efisiensi dan Keandalan Armada Maritim Nasional
Respons Gubernur Jawa Barat
Pernyataan Ramzi pun menuai tanggapan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, tidak ada masalah jika seorang pejabat publik memiliki aktivitas di luar tugas pemerintahan selama tidak mengganggu pekerjaan utama dan tetap memegang prinsip etika.
Dedi menilai hal yang paling penting adalah bagaimana pejabat tersebut menjalankan amanah dan memastikan tidak ada konflik kepentingan.
Jika tugas publik tetap berjalan lancar, ia menilai aktivitas tambahan seperti MC atau host seharusnya tidak menjadi persoalan besar.
Namun begitu, ia tetap mengingatkan pentingnya sensitivitas etik agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat.
Fenomena Baru Pejabat di Dunia Hiburan
Kasus Ramzi ini memperlihatkan fenomena baru pejabat publik yang masih aktif berkegiatan di dunia hiburan.
Meski beberapa figur pernah mencalonkan diri setelah berkarier sebagai artis, tetap tampil rutin di televisi setelah menjabat merupakan hal yang cukup langka.
Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap integritas pejabat daerah.
Baca Juga: Terjawab! Alasan Gaji PPPK Paruh Waktu Tidak Dicantumkan di SK Seperti Full Time
Alasan Ramzi tampil di TV untuk “menghindari korupsi” menjadi pernyataan yang tidak hanya mengejutkan.
Tetapi juga menciptakan diskursus baru mengenai etika rangkap profesi.
Sebagian publik menilai pernyataannya terlalu berani, sebagian lagi menganggap langkah tersebut justru menunjukkan transparansi.
Baca Juga: ISHG Jadi Raja Asia: Dominasi Pasar, Ekspansi, dan Dampak bagi Investor
Namun yang pasti, pengakuan Ramzi membuat isu ini semakin hangat dan menjadi bahan perdebatan luas.
Apakah strategi Ramzi ini benar-benar menjadi cara efektif menjaga integritas?
Atau justru membuka ruang kritik baru terhadap pejabat yang memiliki aktivitas di luar pemerintahan? Publik masih terus memantau.***


.webp)

