POJOKSATU.ID - Ratusan warga mendatangi kediaman Ayu Puspita di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, setelah dugaan penipuan oleh wedding organizer (WO) miliknya mencuat ke publik.

Ayu diduga menipu puluhan pasangan yang telah memesan layanan pernikahan hingga total kerugian disebut mencapai Rp15 miliar.

Kemarahan warga memuncak setelah salah satu klien mengalami kejadian paling fatal acara pernikahan gagal total karena katering tidak hadir meski seluruh pembayaran telah dilunasi.

Baca Juga: Pemkot Bandung Salurkan Rp2 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Solidaritas Jabar Terus Mengalir

Video suasana pesta kosong tanpa sajian beredar luas di media sosial dan memicu gelombang protes dari para korban lain.

Massa yang merasa tertipu kemudian mendatangi rumah Ayu untuk meminta pertanggungjawaban.

Dalam proses itu, Ayu bersama suami dan beberapa rekannya akhirnya diamankan warga dan dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk menghindari keributan yang lebih besar.

Baca Juga: Masinton Akui Pemerintah Kocar-Kacir, 80 Persen Pegawai Jadi Korban, Warga Terlantar!

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, langsung turun menangani kasus tersebut.

Ia menyatakan bahwa penyidik telah memeriksa Ayu sebagai pemilik WO dan melakukan pendalaman atas bukti-bukti yang dibawa para korban.

Menurut Alfian, polisi akan memastikan seluruh laporan diproses sesuai hukum.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Sudah Amankan Wanita dalam Video Penodaan Alquran yang Heboh di Media Sosial

“Kami sudah mengamankan pemilik WO dan memeriksa yang bersangkutan. Kami berkomitmen mengupayakan pengembalian hak para korban,” ujar Alfian.

Dari keterangan sementara para pelapor, Ayu diduga menjanjikan paket pernikahan lengkap, mulai dari dekorasi, rias pengantin, venue, hingga katering.

Namun dalam pelaksanaannya, sebagian besar layanan tidak tersedia, bahkan ada pasangan yang mengetahui vendor-vendor tidak pernah dihubungi oleh WO tersebut.

Baca Juga: Andre Rosiade Dorong Tol dan Terowongan, Publik: Jalan Lama Saja Tak Kunjung Beres!

Beberapa korban menyebut telah membayar ratusan juta rupiah untuk paket yang dijanjikan.

Namun menjelang hari pernikahan, komunikasi dengan pihak WO kerap terputus, dan acara akhirnya berantakan pada hari pelaksanaan.

Banyak pasangan kini menanggung kerugian finansial sekaligus tekanan emosional akibat pernikahan impian berubah menjadi bencana.

Baca Juga: Mirwan Diperiksa! Kemendagri Bongkar Aliran Dana dan Rombongan Umrah di Tengah Bencana

Polisi saat ini tengah menghimpun laporan tambahan untuk memastikan jumlah kerugian dan korban secara keseluruhan.

Dugaan penggelapan dan penipuan menjadi fokus utama penyidikan. Aparat juga menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam operasional WO Ayu Puspita.

Sementara itu, Kapolres Alfian meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.

Ia mengingatkan warga agar tidak main hakim sendiri dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.

Baca Juga: Kekurangan Tenaga Medis, Prabowo Kerahkan Dokter Magang ke Daerah Bencana Sumatera

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat penipuan oleh WO kerap terjadi dan merugikan pasangan yang sedang mempersiapkan momen penting dalam hidup mereka.

Banyak warganet mendesak pengawasan lebih ketat terhadap usaha jasa pernikahan agar kasus serupa tidak terulang.

Polisi memastikan penyidikan masih berlangsung dan perkembangan penanganan kasus akan diumumkan secara bertahap.***