POJOKSATU.ID – Berikut profil Dini Fitria, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten.
Seperti diketahui, nama Dini Fitria belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di berbagai platform.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Kepsek SMAN 1 Cimarga tersebut baru saja dinonaktifkan dari jabatannya.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis dalam Rapat Paripurna ke-39 Tahun 2025
Yang mana, Dini Fitria tidak lagi aktif menjabat lantaran adanya insiden tampar siswa yang ketahuan merokok di ruang lingkup sekolah.
Sebagaiaman dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Update Peristiwa.
Dalam unggahannya, Gubernur Banten, Andra Soni turut mengonfirmasi penonaktifan Kepsek SMAN 1 Cimarga.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Sukses Bangun Rumah Panggung untuk Korban Banjir Bandang Palabuhanratu
"Itu sedang kita proses untuk dinonaktifkan,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (14/10/2025).
Diketahui, tanggapan tersebut diperkuat dengan pernyataan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Banten, Lukman.
Yang mana, Lukman menyampaikan bahwa Dini selaku pimpinan sekolah sudah dinonaktifkan dari jabatannya.
“Kepsek sudah dinonaktifkan sampai proses pemeriksaan oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah) selesai,” terangnya.
Berikut profil singkat Dini Fitria:
Berdasarkan informasi dihimpun, Dini merupakan perempuan kelahiran 45 tahun lalu tepatnya pada 8 Agustus 1980.
Tidak hanya sekadar perempuan biasa, dirinya dikenal aktif di dunia pendidikan selama kurang lebih 2 dekade.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan MBG, Diduga Penyebab dari Ayam Kecap
Dalam kurun waktu tersebut, Dini ditetapkan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2015 silam.
Selama 20 tahun berkiprah di ranah pendidikan, dirinya dikenal dengan sosok berwibawa dan berintegritas.
Hingga akhirnya, Dini dimandatkan menyandang jabatan strategis, yakni sebagai Kepsek SMAN 1 Cimarga.
Namun, kariernya yang menjabat sebagai pimpinan sekolah itu justru terhenti usai diterpa isu kekerasan terhadap siswa.
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini nama Dini ramai jadi perbincangkan publik usai dipolisikan orang tua siswa ILP (17).
Sebab, dirinya diduga kuat melakukan tindak kekerasan dengan menampar murid tersebut dengan keras.
Baca Juga: Hensat Bela Kepsek SMA 1 Cimarga yang Gampar Murid Merokok di Sekolah, Udah Benar Kepala Sekolahnya
Tetapi, hal tersebut dilakukannya bukan tanpa alasan, melainkan karena ILP ketahuan merokok di ruang lingkup sekolah.
Insiden inipun turut ditanggapi langsung oleh Dini terkait awal mula dirinya dituding melakukan kekerasan terhadap ILP.
Berdasarkan pengakuannya, peristiwa ini terjadi tepat saat sekolah menggelar agenda bersih-bersih pada Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: Cek Bidang Studi yang Dibuka pada Pelaksanaan PPG Calon Guru Tahun 2025, Tidak Ada Bahasa Inggris?
Namun, saat agenda tersebut sedang berjalan, Kepsek SMAN 1 Cimarga mendapati ILP tengah asyik mengisap rokok di sebuah warung dekat sekolah.
Menyikapi hal tersebut, Dini dengan sigap memanggil yang bersangkutan untuk segera menghampirinya.
“Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu,” jelasnya.
“Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari,” lanjut Dini.
Usai sempat kabur, ILP diketahui menghadap ke Kepsek SMAN 1 Cimarga untuk memberikan penjelasan.
Dalam pengakuannya, dirinya tidak mengaku mengisap rokok meski sudah ketahuan dengan mata kepala Dini sendiri.
Baca Juga: Pasien T-Cell
Merasa dibohongi, Kepsek SMAN 1 Cimarga itu dengan spontan langsung menampar yang bersangkutan.
“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi,” terangnya.
“Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” lanjutnya saat dimintai keterangan oleh awak media. ***

.webp)

