POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ponpes Baitul Quran Al Jahro Magetan Jawa Timur memberi penjelasan terkait dua foto viral santriwati yang menenteng senjata laras panjang.
Ketua Harian Yayasan Ponpes Baitul Quran Al Jahra, Isgianto, angkat bicara memberikan penjelasan terkait dua foto viral santriwati yang memegang senjata laras panjang sejenis air shoftgun.
Ia menyatakan bahwa foto tersebut sengaja diambil hanya untuk promosi kegiatan ekstrakurikuler air softgun.
Ponpes Baitul Quran Al Jahro ini berlokasi di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan.
Baca Juga: Didukung PBB Menuju Pilpres 2024, Prabowo Lakukan ‘Ilmu Cocoklogi’ Terkait Angka 8 dan 13
“Itu foto eksibisi dalam rangka tahun ajaran baru." kata Isgiantoro pada Sabtu 29 Juli 2023, dikutiip Pojoksatu.id dari Beritajatim.com.
Isgiantoro menyatakan di Ponpes Baitul Quran Al Jahro memang ada eksebisi air softgun.
Dia menyatakan, sebelum melakukan hal tersebut, sudah lebih dulu melakukan kajian secara legal formal.
"Di Al Jahro ini ada eksibisi air softgun, secara legal formal setelah kami pelajari, ya, legal," kata dia.
Isgiantor juga menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan ahlinya terkait simulasi air softgun tersebut.
Baca Juga: LDII Sebut Pentingnya Eksistensi Bangsa untuk Jaga Toleransi Beragama di Indonesia
Rencananya, kegiatan simulasi air soft gun itu akan jadi salah satu ekstrakulikuler untuk Madrasah Aliyah di Ponpes Baitul Quran Al Jahro.
"Itu foto ketika simulasi. Rencana bakal jadi ekstrakurikuler Madrasah Aliyah,” kata Isgianto.
Ternyata Ada Dua Foto Viral Beredar
Belakangan diketahui bahwa foto santriwati bawa senjata laras panjang terjadi di sebuah pondok pesantren di Magetan, Jawa Timur.
Dalam foto tersebut, terlihat 6 santriwati mengenakan seragam berwarna biru gelap dipadu kaos lengan panjang warna merah.Keenam santriwati tersebut berdiri berjajar.
Sementara di foto kedua, diduga kuat di lokasi yang sama, ada 7 santriwati bawa senjata laras panjang. Tujuh santriwati itu juga mengenakan rompi antipeluru.
Bedanya, tujuh santri wati itu mengenakan seragam berwarna cokelat atau seragam pramuka untuk SMA sederajat.
Bukan hanya menenteng senjata laras panjang, keenam santriwati itu juga terlihat mengenakan rompi antipeluru.
Di belakang keenam santri tersebut terlihat sebuah lapangan sebagai latar belakangnya.
Narasi yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa foto viral santriwati menenteng senjata laras panjang itu diambil di Ponpes Baitul Quran Al Jahro, Magetan, Jawa Timur.***




