POJOKSATU.ID- Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pengendara mobil yang ugal-ugalan dan berpelat dinas palsu di Pluit, Jakarta Utara.

"Berbekal adanya laporan polisi dari korban. Kemudian informasi dari medsos dan masyarakat, kurang dari 24 jam Subdit Jatanras Ditreskrimum berhasil mengungkapkan identitas pelaku dan mengamankannya," kata Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Samian di Jakarta, Jumat (20/10).

Baca Juga: Mengungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Anak Korban Sebut Yosep Hidayat Jadi Ketua Yayasan
 
Samian menjelaskan kronologi kejadian berawal pada Minggu (15/10) sekitar pukul 02.30 WIB di Pluit, Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.
 
"Korban mengendarai mobil Honda CRV nopol B 1852 BJS menyalip mobil Fortuner milik M (26) warna Hitam berpelat dinas Kemenhan dengan nomor 5727-00 yang berada di depan korban dari posisi kanan ke sebelah kiri dikarenakan mobil tersebut jalannya lambat," kata Samian.

Baca Juga: Pospera Minta Pemda Bikin Aturan Untuk Kades Yang Tidak Bermoral, Ada Tiga Oknum 'Bercocok Tanam' Sembarangan

Kemudian setelah menyalip, korban melanjutkan perjalanan namun kemudian mobil berpelat dinas tersebut mengejar korban dengan menyalakan strobo. Kemudian mobil berpelat dinas tersebut mencegat dan menghalangi mobil korban di lampu merah Jalan Bandengan, Pluit.
 
"Pelaku yang mengemudi mobil pelat dinas tersebut membuka pintu mobil sambil berteriak dan menunjuk ke arah korban sambil memegang sesuatu alat dan memaki dengan kata-kata 'nyetir yang bener goblok dasar tolol nggak bisa bawa mobil'," kata Samian.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Dapat Kado dari Alam saat Diving di Maluku, Terharu Lihat Lumba-lumba
 
Samian juga menjelaskan bahwa pelat mobil pelaku tersebut adalah pelat dinas Kemenhan dengan nomor 5727-00 dibeli dari Marketplace seharga Rp500.000 dan bukan pelat resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
 
Polisi juga telah mengamankan barang bukti, yaitu satu unit mobil Toyota Fortuner type 2.8 VRZ warna hitam, dua buah pelat nomor dinas yang sudah dihapus, dudukan plat nomor mobil dan dua buah radio panggil (handy talkie/HT).

Baca Juga: Muncul Lagi Koalisi Tronjal Tronjol Maha Asyik, Capresnya Tetap Nurhadi dan Cawapresnya Nopal

Selain itu satu lembar bukti serah terima kendaraan baru, satu buah kaos warna hitam, satu buah celana pendek merek warna coklat, satu paket alat perkakas (alat yang digunakan untuk menghapus pelat nomor dinas) serta rekaman CCTV.
 
"Tersangka dikenakan Pasal 335 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 (satu) tahun penjara, " kata Samian.

Baca Juga: Hadapi Real Madrid di El Clasico, Barcelona Siapkan Jersey Spesial Dengan Logo The Rolling Stones
 
Sebelumnya beredar video viral dari akun Intragram @kiki.salim22 tentang Video viral dengan Tag Line "PENGEMUDI FORTUNER PELAT POLISI ANCAM PENGENDARA LAIN PAKAI TONGKAT BESI, DIDUGA KARENA TIDAK DIBERI JALAN"
 
Setelah dilakukan penyelidikan, didapat info alamat korban pada hari Selasa (17/10). Kemudian penyelidik mengecek videodascam langsung dari mobil korban.

Baca Juga: Ganjaran Buruh Cetuskan Komite Nasional Hubungan Industrial, Diyakini jadi Gerbang Percepatan Invetasi

Dari videodascam diketahui ada teman pelaku yang mengendari mobil Toyota Rush nomor polisi B 2077 AGT yang mengikuti dari belakang. S

etelah diketahui alamat mobil Toyota Rush
rekan pelaku tersebut, penyelidik mendatangi alamat tersebut untuk mendapatkan informasi pelaku. ***