JAKARTA, POJOKSATU.id, Pemerintah memastikan program bantuan pangan beras masih berlanjut hingga penghujung 2026. Penambahan alokasi untuk periode Oktober, November, dan Desember membuat masyarakat penerima manfaat kembali mendapatkan bantuan beras dalam tiga bulan terakhir tahun ini.
Sebelum diperpanjang, penyaluran bantuan pangan beras 2026 telah dilaksanakan dalam dua periode. Tahap pertama berlangsung pada Februari-Maret, sedangkan penyaluran berikutnya dilakukan pada Juli-September.
Dengan tambahan periode Oktober-Desember, bantuan pangan beras tahun ini mencakup delapan bulan penyaluran. Dalam setiap bulan penyaluran, masing-masing keluarga penerima manfaat memperoleh jatah 10 kilogram beras.
Apabila seluruh alokasi terealisasi, volume beras yang digunakan untuk program bantuan pangan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton.
Alokasi tersebut terbagi ke dalam beberapa periode penyaluran. Untuk Februari-Maret, pemerintah mengalokasikan 662,8 ribu ton beras. Selanjutnya, sebanyak 967,5 ribu ton beras dialokasikan untuk penyaluran Juli-September. Adapun kebutuhan bantuan pangan untuk tiga bulan terakhir tahun ini mencapai sekitar 997 ribu ton beras.
Besarnya alokasi tersebut membuat program bantuan pangan beras 2026 diproyeksikan menjadi penyaluran tahunan terbesar sejak program tersebut dimulai pada 2023.
Realisasi penyaluran hingga selesainya dua tahap pertama menunjukkan pemerintah melalui Perum Bulog telah menyalurkan 1,63 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Pada tahap pertama, volume beras yang disalurkan mencapai 662,8 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat pada Februari dan Maret.
Kemudian, distribusi kembali dilakukan pada tahap kedua dengan jumlah mencapai 967,5 ribu ton selama periode Juli hingga September.
Pemerintah kini mengarahkan persiapan untuk penyaluran tahap berikutnya yang mencakup Oktober sampai Desember 2026.
Tambahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto, sehingga total alokasi bantuan pangan beras tahun ini diperkirakan mencapai 2,6 juta ton.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan volume tersebut menjadi alokasi bantuan pangan beras terbesar dalam satu tahun sejak program tersebut pertama kali digulirkan pada 2023. Jumlah itu juga lebih besar dibandingkan alokasi pada 2024 yang mencakup 10 bulan penyaluran.
Pada 2024, program bantuan pangan beras menyasar sekitar 22 juta penerima setiap bulan. Penyalurannya dilakukan dalam tiga rangkaian periode, yaitu Januari-Maret, April-Juni, kemudian dilanjutkan Agustus-Desember.
Jika dihitung secara keseluruhan, volume beras yang disalurkan melalui program bantuan pangan pada 2024 mencapai sekitar 1,9 juta ton.
Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menjelaskan bahwa bantuan pangan beras menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut ditujukan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan beras rumah tangga.
Dengan berlanjutnya program hingga Desember, bantuan pangan beras diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat sampai akhir 2026.






