POJOKSATU.id, BANTEN— Kronologi pembunuhan MAHM (9), anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman di kawasan Perumahan Bukit Baja Sejahtera 3, Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12) lalu, terungkap.
Pelaku HA (31) yang melakukan perampokan di rumah orang tua korban, tepergok. Pelaku yang tak menyangka korban ada di dalam rumahnya lalu panik sehingga nekat menghabisi siswa SD ini.
Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengungkapkan bahwa pelaku masuk ke rumah korban dengan tujuan utama mengambil barang berharga untuk dijual.
Namun, situasi berubah ketika pelaku mendapati korban berada di dalam rumah. Pelaku HA awalnya tak memiliki niat untuk menghabisi nyawa korban.
Menurut Kombes Dian, saat pelaku berada di dalam rumah korban, pelaku kepergok oleh korban.
Dalam kondisi panik dan takut aksinya terbongkar, pelaku kemudian melakukan kekerasan yang berujung pada meninggalnya korban.
“Pelaku mengaku panik karena ketahuan. Dari situ kemudian terjadi tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Kombes Dian.
Baca Juga: Di Saku Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon Ditemukan Kartu Serikat Pekerja Chandra Asri
Punya Banyak Utang
Hasil penyelidikan polisi, pelaku HA mencuri karena motif ekonomi. HA mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.
“Motif pelaku adalah faktor ekonomi. Ia membutuhkan uang untuk membayar utang karena mengalami kerugian besar dari perdagangan kripto,” kata Dian.
Kondisi ekonomi pelaku yang terpuruk mendorongnya nekat melakukan pencurian.
Bekerja di Chandra Asri
Anggota DPRD Banten, Dede Rohana, kerabat dari korban Roisyudin Sayuri, salah satu korban pencurian pelaku, menyebutkan bahwa di saku pencuri yang masuk ke rumah Roisudin, ditemukan kartu serikat pekerja Chandra Asri (Petrokimia) milik HA.
Selama berada di Banten, HA bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang pengolahan dan manufaktur petrokimia di kawasan Ciwandan, Kota Cilegon.
"Dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri (perusahaan petrokimia)," kata Dede, Senin (5/1/2026).
Dede menduga HA bukan pelaku kriminal biasa. Menurutnya, HA kemungkinan telah berulang kali beraksi dengan sasaran rumah-rumah besar. Dan dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah.***


.webp)

