POJOKSATU.ID- Polsek Tanjung Priok berhasil menangkap dua pelaku tawuran dan penyimpanan senjata tajam di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok.
Kedua pelaku diketahui merupakan anggota geng Bonvis, salah satu kelompok yang kerap meresahkan warga setempat.
Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Sigit Kumono, menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari video viral di media sosial yang memperlihatkan sekelompok orang membawa senjata tajam dan melakukan perusakan fasilitas umum bahkan melukai warga di Kebong Bawang, Jakarta Utara.
"Kami melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil menemukan markas atau basecamp yang menjadi tempat berkumpulnya para pelaku," ujar Sigit di Polsek Tanjung Priok.
Baca Juga: Revolusi Kerja? Rencana Penghapusan Outsourcing Guncang Industri Indonesia
Dalam konferensi persnya, Kapolsek Tanjung Priok juga menjelaskan awal dari aksi tawuran di wilayah Kebon Bawang itu tawuran sebelumnya telah direncanakan terlebih dahulu lewat media sosial hingga tawuran pecah di lokasi yang diketahui dekat dengan rumah dari anggota DPR komisi 3, Ahmad Syahroni.
"Bermula ketika geng Belvas dan geng Subang janjian untuk menyerang geng Bakti. Mereka janjian di media sosial hingga tawuran itu pecah pada dinihari tanggal 1 Mei kemarin" terang Kapolsek.
Ada dua orang yang menjadi korban atas peristiwa itu dan sudah membuat laporan ke polsek Tanjung Priok. Sementara 2 pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MT dan RW yang masih di bawah umur.
"Kita berhasil mengamankan dua pelaku, satu pelaku inisial RW masih di bawah umur dalam penanganannya yang di bawah umur oleh Bapas dan LBHI" tambah Sigit.
Polisi menerapkan pasal 351 serta Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan berhasil menyita barang bukti sejumlah senjata tajam.
Sebelumnya anggota DPR RI Komisi III, Ahmad Sahroni, yang merupakan warga Tanjung Priok, menyoroti maraknya aksi tawuran di wilayah tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, Sahroni mengunggah video aksi tawuran dan meminta pihak kepolisian untuk segera bertindak.***


