POJOKSATU.id, MEDAN-- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyampaikan rasa prihatin yang mendalam pada korban yang terdampak insiden dugaan ledakan di Perumahan Grand Polonia, Medan, Sumut, Senin (20/7).

PT PGN dari deteksi gas yang mereka lakukan membantah gasnya bocor di lokasi rumah yang meledak.

Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, mengatakan, berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang pada Senin malam (20/7) di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian.

“Namun demikian, penyebab pasti dari insiden tersebut tetap akan menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Baca Juga: Penyebab Ledakan Hebat di Grand Polonia Medan Disebut Kebocoran Pipa Gas, Tujuh Rumah Terdampak

Mereka akan terus berkoordinasi intensif dengan aparat dan pihak berwenang guna memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

“Dan memantau perkembangan situasi serta akan memberikan pembaruan informasi lebih lanjut," kata Agus.

Dia juga menyampaikan prioritas utama PGN saat ini adalah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas.

Baca Juga: Ledakan Hebat Runtuhkan Rumah Mewah Dua Tingkat di Perumahan Grand Polonia Medan

Dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian.

Diduga 3 Orang Tewas

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban tewas pada Selasa dini hari (21/7).

"Betul, jadi pukul 02.20 WIB dini hari tadi malam, kita temukan satu orang korban jenis kelamin perempuan dan sudah kita evakuasi dan kita sudah serahkan ke pihak keluarga," ungkap Hery kepada wartawan, di lokasi kejadian, Selasa (21/7).

Berdasarkan data sementara dari Basarnas Medan, diduga terdapat enam orang yang berada di lokasi saat terjadi ledakan besar itu terjadi pada Senin siang.

Dimana tiga orang berhasil selamat yaitu Jeavelin berusia 2 tahun, Hasan selaku sopir, dan seorang kurir yang belum diketahui namanya.

Dengan penemuan satu korban meninggal dunia ini, diduga dua orang lagi meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terkena reruntuhan bangunan.***