POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah Pemkot Bandung selama dua minggu berturut-turut menggelar Pasar Murah Utama.
"Kita bekerja sama dengan Bulog, beberapa pelaku UMKM, mulai dari UMKM pertanian, para distributor, sampai UMKM kerajinan tangan, termasuk juga mitra dari pasar modern, rata-rata 20 persen lebih murah dari pasaran,” ujar Farhan di Lapangan Puter kita.
Farhan juga membenarkan terkait inflasi bukan konsen pemerintah daerah, karena inflasi sangat bergantung kepada distribusi.
Baca Juga: Kota Murung
Untuk distribusi sendiri, pihaknya intervensi terus dan memastikan bahwa distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung tidak berkurang dan tetap melimpah.
"Karena inflasi di Kota Bandung itu sangat tergantung kepada distribusi. Kalau ini sebetulnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan harga yang disubsidi. Memang kita tidak bisa terus-menerus memberikan harga subsidi, tetapi dengan beras SPHP yang kita subsidi, beberapa kebutuhan pokok seperti daging, telur, sayur-sayuran yang disubsidi, maka masyarakat juga bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok sehari-hari yang murah, khususnya untuk daerah sini. Termasuk di dalamnya ada minya kita juga disubsidi. Gitu kira-kira,” jelasnya.
Ditambahkan Kadisdagin Roni Ahmad Nurudin acara bazar murah utama ini digelar di 30 kecamatan.
Baca Juga: BRICS Siapkan Jalur Pembayaran Lintas Negara, Transaksi Dagang Ingin Dibuat Lebih Murah
"Hari ini di tiga kecamatan: Kecamatan Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler. Ini hari terakhir. Yang paling banyak dicari beras sama minyak kita dan telur. Ya itu, karena sekarang kebutuhan protein paling penting untuk warga Kota Bandung itu adalah telur, karena harganya paling terjangkau, distribusi paling banyak,” ujarnya.
Masih kata Roni, setiap acara ini pengunjung hadir rata-rata di kisaran 200 sampai 250 orang per titik atau kurang lebih sekitar 7.000 pengunjung.
"Kemudian untuk omzetnya sampai hari kemarin itu di angka Rp1,9. Jadi kalau ditambah tiga titik ini kurang lebih di angka Rp2,2 miliar.”
Baca Juga: Link Download Perangkat Ajar Deep Learning SD Lengkap Semua Kelas dan Mapel, Gratis untuk Guru
Sementara itu terkait kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga karena musim kemarau, menurut Farhan yang paling signifikan harga daging ayam.
"Karena gini, produksi ayam itu memang tidak naik, tetap, tetapi dibagi dua rupanya business model-nya. Ada yang ke market atau ke pasar, ada yang ke SPPG. Nah, karena pecah inilah maka jumlah suplai ke pasar agak menurun, sehingga harga, sesuai dengan mekanisme pasar, menjadi meningkat," ucapnya.
Pihaknya sedang berusaha memastikan dengan bertemu tiga orang staf khusus dari Kantor Staf Kepresidenan untuk memastikan bahwa tidak hanya penyelenggaraan MBG di Kota Bandung itu bebas dari segala macam gangguan.
Baca Juga: Belajar dari RDF Rorotan, DPRD Jabar Soroti Sampah Basah hingga Kepastian Offtaker
"Kami kemarin menemukan di Mandalajati ada satu gangguan, tetapi juga justru akan meningkatkan perekonomian rakyat, bukan kemudian berebut salah satu komoditas dengan pasar.” ujarnya
“Harga daging ayam itu sekarang Rp44.000 per kilo di pasar, di sini harganya Rp40.000, memang lonjakannya luar biasa sih. Enggak, gara-gara MBG, business model-nya beda," tutupnya.***



