POJOKSATU.id, JAKARTA — Helikopter Polri jatuh atau mendarat darurat di hutan Kerinci Desa Tamiai, Batang Merangin, yang ditumpangi pejabat Polda Jambi sulit dievakuasi hingga Senin sore.

Helikopter Super Bell 3001 milik Polri berisi Kapolda Jambi dan rombongan ini mendadak melakukan pendaratan darurat di hutan Gunung Kerinci diduga karena cuaca buruk.

Setelah lebih 27 jam setelah mendarat darurat atau sejak Minggu sekitar pukul 11.00 WIB, hingga Senin (20/2) sekitar pukul 16.00 WIB, kecelakaan helikopter Polri ini juga belum terselesaikan.

Ada empat faktor yang menyebabkan sulitnya proses evakuasi kecelakaan helikopter rombongan pejabat Polda Jambi ini.


  1. Cuaca Berkabut




Sekira pukul 13:14 WIB, Senin, tim gabungan Brimob, Basarnas dan Biddokkes berhasil turun dari heli ke titik kejadian.

Baca Juga :

Selain Kapolda Jambi yang Patah Tangan Kanan, Pilot Helikopter Sempat Terjepit Saat Mendarat

Kabid Humas Polda Jambi Kombes pol Mulia Priato mengatakan, tim evakuasi jalur udara sudah memberikan pertolongan medis kepada bapak Kapolda Jambi dan rombongan, namun para korban belum bisa dievakuasi karena cuaca sedang berkabut.

"Sekarang tim sedang memberikan pertolongan kepada bapak dan rombongan,namun kita belum bisa lakukan evakuasi karena jarak pandang yang tidak memungkinkan,"jelasnya.

Ditambahkan Mulia, dua helikopter sudah mencoba melakukan evakuasi , namun helikopter hanya berputar -putar dan kembali ke Merangin.

"Saat ini kita sedang menunggu situasi, mudah-mudahan ada peluang Kita langsung masuk lagi untuk melakukan evakuasi," tambahnya.

Baca Juga :

Helikopter Polri Kedua Gagal Evakuasi, Ini Foto Terkini Kapolda Jambi Pakai Selimut di Lokasi

Diketahui, Kapolda Jambi dan rombongan akan dievakuasi menggunakan helikopter dari Polda Sumsel dan Baharkam Polri.

Hingga pukul 15:00 proses evakuasi 8 orang dalam rombongan Kapolda Jambi yang mengalami kecelakaan helikopter belum bisa juga dilakukan.

Hal ini terjadi karena cuaca di lokasi kejadian masih berkabut sehingga proses evakuasi jalur udara menggunakan helikopter sulit dilakukan.

Baca Juga :

Profil dan Karier Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Hutan Kerinci, Satu Alumni Akpol dengan Kapolri

Beberapa kali helikopter evakuasi coba mendekati titik kejadian, namun kembali gagal dan hanya berputar-putar lalu terpaksa kembali lagi, mendarat di Bangko Merangin.

Jika sore ini tak juga berhasil maka proses evakuasi terancam dilakukan dalam kondisi gelap, atau apabila cuaca masih tak bersahabat, evakusi bisa-bisa diundur.

2. Lereng Perbukitan dan Bersemak


Direktur Rumah Sakit Bhayangkara Kombes M El Yandiko mengatakan evakuasi harus tetap membutuhkan jalur udara karena kondisi medan yang rumit, dipenuhi hutan bersemak dan lereng perbukitan.

Tim SAR Satbrimob Polda Jambi, Basarnas dan tim kesehatan akhirnya berhasil menjangkau lokasi kecelakaan helikopter yang ditumpangi Kapolda Jambi di Tamiai Kerinci.

Total ada 6 orang yang berhasil turun dari heli yang terbang dari Kabupaten Merangin. Tim ini turun sekitar pukul 13.14 WIB.

Dari foto yang diterima Jambi, terlihat Kapolda Jambi dan rombongan dalam kondisi terbaring beristirahat.

3. Penumpang Lemah dan Terluka


Dari keterangan Polda dan dari beberapa foto yang beredar, Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono terlihat terbaring di tanah dengan kondisi lemah karena tangan kanannya patah.

Sementara pilot helikopter sempat terjepit badan heli, dan beberapa penumpang lain mengalami luka di kepala.

4. Jalur Darat Sangat Jauh


Butuh waktu 7-11 jam dari Desa Tamiai ke lokasi jatuh helikopter Polri di tengah hutan belantara Gunung Kerinci. (ikror/pojoksatu)