POJOKSATU.ID- Video viral di media sosial membuat warganet bernostalgia mengingat kembali zaman dulu ketika masih duduk di bangku sekolah.
Dalam video itu, sejumlah siswa laki-laki di sebuah SMA Semarang mendatangi rumah ibu kantin yang sudah tak berjualan lagi.
Dengan masih mengenakan seragam, mereka datang ketika jam pulang sekolah.
Terlihat ibu kantin menyambut mereka dengan gembira, seperti seorang ibu yang menunggu putranya pulang sekolah.
Sejumlah siswa itu juga membawakan bingkisan buah hasil patungan menyisihkan uang jajannya.
Baca Juga: Universitas Darul Ma'arif Siap Cetak Generasi Berprestasi, Wapres dan Bey Machmudin Dukung Penuh!
Dalam momen haru ini, tak terlihat air mata, mereka semua tampak bahagia karena bisa bertemu kembali dengan ibu kantin.
Video singkat tersebut ternyata membuat warganet mengingat kembali pengalamannya ketika berada di kantin sekolah.
Banyak warganet yang masih mengingat cerita menarik saat jajan di kantin dan merasa rindu dengan momen tersebut.
Ketika kantin sekolah menjadi tempat terbaik saat dilanda masalah, seperti dapat nilai merah, putus cinta, atau masalah lain di luar sekolah.
Seorang warganet mengatakan bahwa ibu kantin adalah orang tua bagi mereka yang sering kehabisan uang jajan.
Baca Juga: Naas! Tukang Bubur Jadi Korban Begal di Bekasi, Gerobak Dibuang, Motor Dibawa Kabur
Ibu kantin biasanya memberi keringanan bagi para siswa yang sudah jadi langganan untuk mengutang.
Jadi, selama ada ibu kantin, mereka tak perlu khawatir lagi akan kelaparan ketika berada di sekolah.
Meskipun kebiasaan mengutang tak bisa dibenarkan, tapi bagi sejumlah siswa mungkin tak ada pilihan lain karena uang jajannya mungkin terpakai untuk membeli kebutuhan sekolah lain.
Warganet lain membuat sebuah pernyataan yang mungkin relate dengan kondisi sebagian para siswa.
Dikatakan bahwa di mata guru, siswa nakal akan mendapat perlakuan berbeda dengan siswa yang berperilaku baik.
Namun bagi ibu kantin, siswa nakal tetap akan disambut dengan senyuman yang tulus.
Sementara itu, ada juga yang mengingat ketika membeli gorengan di kantin sekolah.
Biasanya ia mengambil 5 gorengan tapi mengaku pada ibu kantin hanya memakan 2 gorengan.
Meskipun telah dibohongi, perlakuan dari ibu kantin selalu baik dan tak pernah berubah, sehingga ia merasa tak enak hati.
Hampir sebagian besar warganet mengaku memiliki cerita menarik di kantin sekolah, terutama masalah utang.
Menariknya, keakraban ibu kantin dan sejumlah siswa, biasanya hanya terjadi pada siswa laki-laki.
Hal ini jadi pertanyaan yang cukup menggoda untuk dijawab warganet lain, terutama dari kaum Adam yang langsung mengalami.
Menurut seorang warganet, kondisi tersebut mungkin terjadi karena mereka biasanya lebih memahami para siswa laki-laki, dibanding dengan tenaga pengajar.
Hal itu karena tak ada sekat yang membatasinya, karena dengan guru mungkin ada rasa segan bagi siswa untuk bisa lebih akrab.
Selain itu, keakraban juga terjadi karena laki-laki tak gengsi untuk meminta ibu kantin memberikan utang.
Utang mungkin jadi jembatan keakraban antara ibu kantin dan siswa laki-laki, tapi jangan lupa untuk melunasi utang tersebut sebelum lulus sekolah. ***


.webp)

