POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pengelola kanal YouTube Kajian Online menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Presiden SBY.

Namun Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu tak melarang You Tube Kajian Online membahas kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi.

Permintaan maaf Kajian Online disampaikan melalui pernyataan terbuka yang diunggah di kanal Kajian Online.

Pengelola kanal mengakui telah menurunkan (take down) sejumlah konten serta merevisi beberapa materi lain setelah menerima masukan dan saran.

Baca Juga: Kericuhan Usai Sidang Dakwaan Nadiem Makarim, Wartawan Protes Eks Mendikbud Digiring Keluar

"Mengawali video ini saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Pak SBY dan juga Partai Demokrat yang sudah memberikan saran pandangannya terkait beberapa konten di kajian online yang perlu mungkin lebih profesional, lebih baik. Dan beberapa yang harus di-take down sudah kita take down," ujar pengelola Kajian Online, Senin (5/1/2026).

Ia menyampaikan komunikasi yang terjadi dengan sejumlah pihak berlangsung secara kekeluargaan, tanpa tekanan maupun ancaman.

Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi santai, sekadar bertukar pandangan terkait pengelolaan konten YouTube.

Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Keracunan di Warakas, Hasil Pemeriksaan Makanan Minuman Korban Belum Diumumkan

Menurutnya tidak ada larangan bagi Kajian Online untuk membahas kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo yang melibatkan Roy Suryo cs.

Namun penyampaian informasi diminta tetap mengedepankan kaidah jurnalistik, bersikap netral, serta mengurangi narasi spekulatif khas konten YouTube.

"Jadi sekali lagi kepada Pak SBY, kajian online meminta maaf dan saya berjanji akan memperbaiki setiap konten-konten secara lebih profesional, lebih netral kedepannya,” jelasnya.

“Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan Demokrat yang memberikan nasehat, memberikan pandangan dan saran untuk Kajian Online," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial yang memunculkan narasi SBY berada di belakang isu ijazah palsu Jokowi.***