POJOKSATU.ID - Meskipun paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sekitar wilayah Bakauheni, Lampung Selatan, aktivitas penyeberangan laut menuju Pelabuhan Merak, Banten, dipastikan masih berjalan normal.
Kepastian operasional moda transportasi penyeberangan tersebut disampaikan langsung untuk menjawab keraguan serta kecemasan para calon penumpang kapal.
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, menegaskan bahwa seluruh jadwal layanan pelayaran penyeberangan Bakauheni–Merak saat ini tetap beroperasi secara aman dan lancar.
Pihak otoritas pelabuhan bahkan mengoperasikan sebanyak 28 unit armada kapal guna melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di lintasan Selat Sunda tersebut.
Baca Juga: Menyusul Anak Krakatau, Gunung Semeru Ikut Meletus Dahsyat hingga Semburkan Abu 1.000 Meter!
Sejauh ini, serbuan debu vulkanik yang turun di kawasan pelabuhan dilaporkan belum mengganggu pergerakan navigasi maupun standar keselamatan kapal.
Kondisi jarak pandang serta operasional mesin armada penyeberangan dipastikan masih berada pada batas toleransi aman untuk berlayar.
Otoritas pelabuhan terus berkoordinasi secara ketat dengan instansi pemantau cuaca dan kebencanaan guna memantau perkembangan situasi terkini.
Petugas di lapangan tetap bersiaga penuh untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca ekstrem maupun peningkatan kepekatan abu vulkanik di jalur pelayaran.
Para penumpang kapal dan pengguna jasa penyeberangan imbau untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas perjalanan seperti biasa.
Kendati layanan penyeberangan dipastikan aman, para calon penumpang diminta untuk tetap menjaga kondisi kesehatan pribadi selama berada di area pelabuhan.
Penggunaan masker medis sangat disarankan bagi masyarakat guna menghindari paparan langsung debu vulkanik yang melayang di udara sekitar Bakauheni.
Pengendara kendaraan yang hendak masuk ke area kapal juga diingatkan untuk selalu berhati-hati terhadap potensi permukaan jalan pelabuhan yang licin akibat endapan abu.
Pihak KSOP berjanji akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala jika terjadi dinamika aktivitas gunung berapi yang memengaruhi alur pelayaran.
Sinergi ketat antara otoritas pelabuhan dan kewaspadaan penumpang diharapkan mampu menjaga kelancaran serta kenyamanan arus penyeberangan antar-pulau ini.***



