POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan menarik pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.
Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan menyusul insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penarikan pasukan dari United Nations Interim Force in Lebanon.
“Tidak ada ke arah sana. Evaluasi tetap berjalan, baik ke dalam maupun ke luar,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Kabar Baik! 1.124 Guru Honorer Lombok Timur Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Ini Rinciannya
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Meski begitu, pemerintah juga tidak mengabaikan aspek keselamatan prajurit di lapangan.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk koordinasi dengan pihak terkait di tingkat internasional.
Sebelumnya, insiden tragis terjadi di Lebanon selatan yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia.
Serangan artileri yang terjadi di wilayah Adchit Al Qusayr pada akhir Maret 2026 menewaskan satu prajurit, Praka Farizal Rhomadhon.
Sehari setelahnya, dua prajurit lainnya gugur akibat serangan terhadap konvoi yang mereka kawal. Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Tidak hanya itu, lima prajurit lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Mereka kini tengah mendapatkan penanganan medis.
Situasi di Lebanon yang masih belum stabil turut menjadi perhatian serius. Bahkan, laporan terbaru menyebutkan adanya kembali prajurit Indonesia yang terluka akibat ledakan di wilayah El Addaiseh.
Pemerintah melalui Panglima TNI dan Menteri Luar Negeri juga telah menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang bertugas di misi internasional.
Di tengah kondisi yang penuh risiko, Indonesia tetap berkomitmen menjalankan perannya dalam menjaga stabilitas global.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa misi perdamaian bukan tanpa tantangan, namun tetap menjadi bagian penting dari kontribusi Indonesia di kancah internasional.***



